selasar-loader

Jika Anda PNS di DKI Jakarta, apa pendapat Anda tentang sikap Ahok yang galak?

LINE it!
Answered Feb 27, 2017

Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

ni68s7ALXPH3B_C1VIYZ1fZCP4Hl9BB-.jpg

via anotherindonesia.com

Pak Basuki bukanlah gubernur DKI Jakarta pertama yang galak. Puluhan tahun yang lalu, ada seorang yang tak kalah galak dari beliau. Ali Sadikin, namanya. Sila simak kisah berikut ini.

"Suatu ketika saya buka rapat dinas, tepat jam 08.00 pagi. Saya memerhatikan sangat soal ketepatan waktu. Beberapa kepala dinas dan jawatan terlambat hadir. Waktu saya lihat kursi banyak yang kosong, kemarahan saya tidak bisa saya tahan. Saya menggebrak meja berkali-kali. Saya lihat sejumlah muka yang hadir menjadi ciut. Kejengkelan saya, saya tumpahkan kepada mereka yang terlambat datang dan mereka yang saya anggap bertanggungjawab atas kelambatan para undangan. 'Siapa yang bertanggungjawab?!' suara saya keras." (Ramadhan KH, 2012, ALI SADIKIN Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi, Jakarta: Ufuk Press, 535).

52f_W-Gbj1yFfd6R4MlN4q6oNz7KGRvb.jpg

Walaupun terkesan keras, tapi Bang Ali juga yang merintis budaya antifeodal di birokrasi DKI Jakarta. Ia membuka ruang diskusi dengan para bawahannya. "Dan saya sukai mereka yang mengeluarkan pikiran yang jelas, yang kuat argumentasinya. Staf saya, saya percayai, tidak akan menjerumuskan saya," kata Bang Ali.

Berbeda dengan Pak Basuki yang kerap menuding bawahannya, Bang Ali justru pasang badan untuk anak buahnya. "...tapi atas nama semua kesalahan itu mesti saya yang bertanggung jawab, dan saya hadapi. Saya adalah pimpinannya, saya adalah gubernur yang bertanggung jawab." (Ramadhan, 2012: 288).

Bang Ali juga tidak pernah mempermalukan para pembantunya di muka umum. "Selama saya jadi gubernur dihitung-hitung saya pernah memberhentikan sampai kurang lebih 300 pegawai yang menyeleweng. Tapi sengaja saya tidak meribut-ributkan soal itu. Pemecatan yang saya tetapkan terhadap mereka pun saya pikir sudah merupakan hukuman." (Ramadhan, 2012: 542).

Dari uraian beberapa cerita di atas, kita dapati bahwa karakter Basuki hampir sama dengan Bang Ali. Secara subyektif, saya katakan bahwa cara yang dipilih Bang Ali lebih baik karena tidak menimbulkan kegaduhan. Meski begitu, dalam batas tertentu saya masih bisa memaklumi galaknya Pak Basuki. Kalau saya di posisi beliau pun mungkin tidak akan jauh berbeda sikapnya menghadapi kenakalan oknum-oknum birokrat.

213 Views
Write your answer View all answers to this question