selasar-loader

Mengapa daerah Minangkabau disebut dengan Industri Otak?

LINE it!
Answered Feb 24, 2017

Arifki Chaniago
Pengamat Politik/Political Commentator

c6YNn0FcQTLrDUKniHphGEe9phsap4Z1.jpg

via compassmag.3ds.com

Daerah Minangkabau merupakan "industri otak" yang banyak menciptakan orang-orang hebat. Saya tidak bermaksud terjebak dengan romantisme masa lalu tokoh pergerakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau seperti Hatta, Agus Salim, Sjahrir, Tan Malaka, M. Yamin, dan lain-lain. Realitanya, mereka dominan mewarani sejarah pergerakan Indonesia. 

Pertanyaan yang dilemparkan Bang Arfi menarik untuk saya jawab karena saya baru selesai membaca buku karangan Jeffrey Hadler, "Sengketa Tiada Putus". Catatan penting yang saya ingat adalah tradisi Minangkabau sejak dulu antara kaum adat, agama, dan kaum yang berpendidikan Barat. 

mSls_KSBKy335x-Wl9o17Nyu03x4q56X.jpg

Selain itu, tradisi itu lebih jelasnya bisa kita ingat kembali sejarah "Perang Padri", dan berbedanya pola pikiran kaum pergerakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Hatta dengan Sjahrir, Agus Salim dengan Tan Malaka. Model dialiektika itu tidak hanya terbentuk di "pendidikan surau", tetapi juga "pendidikan lapau".

Selain itu, filosofi adat yang kuat, "Kamanakan barajo ka mamak Mamak barajo ka pangulu Pangulu barajo ka mufakat Mufakat barajo alua jo patuik Alua jo patuik barajo ka nan bana Nan bana." Kekuatan inilah yang dimiliki masyarakat Minangkabau sehingga dialektikanya sangat tinggi. Sesungguhnya, dialektika itu butuh pengetahuan dan pengalaman: tradisi inilah yang dipoles masyarakat Minangkabau berulang-ulang. 

355 Views
Arif Rahman

keren..  Feb 26, 2017

Write your answer View all answers to this question