selasar-loader

Apa yang menyebabkan Paslon Ahok-Djarot tidak menang satu putaran dalam Pilkada DKI 2017?

LINE it!
Answered Feb 21, 2017

Rafi Mutol
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya

306TbhU6lZPS8roOHqtMBLEHNmsEWfVl.jpg

via rayapos.com

Saya rasa, secara kekuatan, sebenarnya Ahok-Djarot sangat mumpuni untuk memenangkan satu putaran dengan status petahana dan sokongan eksternal yang tidak bisa diragukan (baik relawan maupun dana).

Namun, yang membuat Ahok-Djarot kemudian gagal menang satu putaran adalah banyak pihak yang kontra terhadap Ahok, baik dalam permasalahan kebijakan maupun dalam kasus penistaan agama. Namun dalam Pilgub DKI ini, yang lebih menjadi pengaruh adalah bagaimana kebijakan Ahok yang dinilai utilitarianisme dan tidak berdasar pada prinsip sosial dan ekologi. Bisa dilihat data TPS mayoritas korban kebijakan penggusuran (yang sekarang tinggal di rusun), maupun yang terkena imbas kebijakan reklamasi tidak memilih Ahok-Djarot.

Memang, mengingat pada heterogenitas penduduk DKI Jakarta, kasus identitas ini memang laku tetapi tidak selaku yang di perkirakan "si penjual". Karena menurut saya, penistaan agama yang dilakukan Ahok hanya merupakan sebagian strategi politik elektoral kubu lawan untuk menyandung Ahok sebelum Pilgub DKI (walaupun asumsi saya, si pemasang strategi sudah tahu bahwa ini sulit untuk ditembus).

Harapan saya bagi para pendukung Ahok-Djarot, banyak keluarlah dari zona "playing victim" karena kubu kalian tidak benar-benar minoritas. Mulailah menjual inovasi kebijakan publik baru dan kurangi tendensi menjadikan Ahok sebagai "mesias politik". Untuk Anies-Sandi, semoga bisa memahami duduk permasalahan yang selama ini petahana lakukan, mulai memperinci inovasi kebijakan publiknya agar dapat menaikan level dari hanya sekedar propaganda menjadi draft yang dapat membuat banyak pemilih berpindah.

282 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Rafi Mutol
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Brawijaya