selasar-loader

Mengapa banyak kecelakaan terjadi di sekitar segitiga bermuda?

LINE it!
Answered Feb 19, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

Gc5aEQPH_NPFHTERSw3PUIKbZht-SrSw.jpg

Segitiga Bermuda, sebagaimana yang kita ketahui, merupakan wilayah perairan penuh “misteri” yang menghubungkan antara Bermuda, Florida, dan Puerto Rico. Dikabarkan telah terjadi 1.000 kasus kecelakaan kapal laut komersial hingga hilangnya pesawat militer. Lalu, apakah yang menyebabkan perairan dengan luas lebih dari 700.000 kilometer tersebut begitu berbahaya? Apa yang menyebabkan kasus Flight 19, PBM Martin Mariner, Flight DC-3, atau Marine Sulphur Queen begitu melegenda?

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan penyebab kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda. Teori pertama adalah adanya ledakan gas metana. Menurut peneliti di Arctic University of Norway, terdapat batuan sedimen yang mengandung metana dengan ukuran yang sangat besar. Sedimen tersebut sewaktu-waktu dapat menyemburkan gas metana dengan volume yang beragam. Ketika terjadi letupan yang cukup besar, gas metana ini dapat mengubah kerapatan air laut, yang dapat menenggelamkan kapal laut dengan massa yang besar. Dengan letupan yang lebih besar lagi, gas metana dapat merusak mesin pesawat yang berujung pada jatuhnya pesawat.

Teori kedua ialah mengenai Compass Variation yang disebabkan oleh komposisi mineral dalam lautan dan letak geografisnya. Compass variation juga terjadi di beberapa lautan di dunia, yang mengakibatkan arah kompas tidak tidak dapat membedakan arah utara secara geografis dan arah utara yang menuju kutub akibat kompleksitas medan magnet. Fenomena ini membuat navigasi kapal menjadi buta arah, yang tentu dapat berakibat fatal.

Awan heksagonal yang menghasilkan ledakan udara menjadi landasan pada teori ketiga. Teori ini berasal dari laporan badan meteorologi Inggris. Fenomena ini terhitung unik, karena pada umumnya, awan tidak memiliki pola yang jelas. Daerah dengan awan heksagonal akan menghasilkan turbulensi yang sangat besar, bahkan kecepatan udara yang bergerak di daerah ini bisa mencapai 270 km/jam, yang berarti sangat berbahaya untuk pesawat maupun kapal laut. Selain itu, karena letaknya berada di kawasan tropis, lautan ini secara natural juga dapat menghasilkan badai dengan frekuensi lebih sering daripada kawasan perairan lain.

Adanya Mexico Gulf Stream dapat dimasukkan ke dalam teori keempat. Fenomena ini terjadi akibat dari mengalirnya arus laut yang berasal dari Teluk Meksiko, kemudian bergerak melalui Selat Florida ke Atlantik Utara, dan melewati daerah Segitiga Bermuda. Gulf Stream menghasilkan aliran arus dalam yang dapat mengganggu, menghanyutkan, bahkan menenggelamkan perahu kecil dengan sistem mesin sederhana yang melintas di atasnya.

Teori lain yang lebih fenomenal seperti adanya campur tangan alien, Benua Atlantis, Time Vortex, hingg daerah uji coba pemerintah Amerika Serikat juga sempat muncul untuk meramaikan perairan ini.

c32XgisjpN6IaWc2L2ggc4Fdfs_uPvo_.jpg

Akan tetapi, alasan Segita Bermuda begitu berbahaya adalah adanya kepentingan komersil yang tidak sengaja telah mendarah daging sehingga menimbulkan mitos besar hingga saat ini. Kepentingan komersil yang dibalut oleh seni menulis.

Perlu diketahui bahwa lautan bukanlah tempat yang nyaman dan aman. Tidak hanya di daerah Bermuda, tetapi di belahan Bumi lainpun, banyak fenomena yang dapat menciptakan kecelakaan dan hilangnya pesawat atau kapal laut. Bahkan, menurut data yang dilaporkan WWF, lautan yang paling berbahaya di dunia adalah laut China Selatan, Laut Mideteranian, dan Laut Utara. Segitiga Bermuda sendiri tidak disertakan dalam 10 lautan dengan jumlah kecelakaan terbanyak hingga tahun 2013.

Lantas, mengapa Segitiga Bermuda begitu terkenal hingga saat ini?
Kisah tersebut dimulai dari munculnya artikel karya Vincent Gaddis pada tahun 1964 di sebuah majalah bernama Argosy. Gaddis-lah yang melahirkan istilah “Bermuda Triangle”, dan menjelaskan kasus yang terjadi di perairan Bermuda dengan fenomena mistis. Saat itu, Argosy yang mengejar kepentingan popularitas di Amerika menjadikan tulisan Gaddis sebagai senjata utama.

Hingga tahun 1974, Charles Berlitz berhasil menerbitkan sebuah buku dengan judul The Bermuda Triangle dan menjadikannya sebagai Best-Seller Book. Bahkan banyak buku lain, koran, hingga acara televisi pada masa itu yang membahas buku tersebut. Website masa kini pun juga masih ada yang menggunakannya sebagai pecin untuk melahirkan tulisan dengan tema seperti misteri-misteri di dunia yang tidak dapat dipecahkan ilmuwan.

Charles Berlitz sendiri merupakan penulis Amerika yang berhasil melahirkan berbagai buku unik yang ‘tak lepas' dari konspirasi. The Mystery of Atlantis (1969), The Philadelphia Experiment - Project Invisibility (1979), Doomsday 1999 A.D. (1981), juga The Lost Ship of Noah: In Search of the Ark at Ararat (1987) merupakan karya-karyanya yang berhasil mengambil hati sebagian golongan di dunia.

8urj0xQASdh4XY8bv_aXQhkuU_9DB7Y9.jpg

Kembali pada awal 1970-an, terdapat banyak sekali artikel yang membahas misteri di balik Segitiga Bermuda. Artikel dengan gaya tulisan konsiprasi sangat laku, sedangkan artikel dengan pendekatan rasional tidak dapat mengambil pasar. Hal tersebut mengakibatkan penyebaran mitos dengan data yang kurang scientific berjalan begitu cepat. Well, misteri segitiga Bermuda berhasil menjadi trending topic kala itu. Hebatnya, sumber dari kebanyakan artikel tersebut adalah tulisan yang telah diterbitkan Gaddis sehingga Argosy secara tidak langsung telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

Sebagai penutup, memang terdapat fenomena alam yang menyebabkan perairan di kawasan Bermuda cukup berbahaya jika dilewati. Namun, jangan sampai Anda menyebarkan kisah-kisah “Misteri Segitiga Bermuda” kepada kawan, pacar, atau anak-anak Anda kelak tanpa pondasi yang cukup kuat.

Satu lagi. Jika Anda ingin berlayar ke daerah Bermuda, jangan lupa untuk mendaftarkan perjalanan Anda pada perusahaan asuransi kelautan. Karena biarpun Anda akan berlayar di kawasan Segitiga Bermuda, Anda tidak akan dikenai biaya yang lebih mahal dibanding rute perjalanan lainnya. 

 

#A2A

 

482 Views
Ma Isa Lombu

Super sekaliiii.. Anda memang berbakat jadi scientist populer broooo.. Jarang ada orang kayak gini skillnya.  Feb 20, 2017

Write your answer View all answers to this question