selasar-loader

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

LINE it!
Answered Dec 06, 2016

Facebook dan Google dilarang pemerintah komunis Tiongkok. Mereka mengambangkan ekosistem internet tersendiri dengan menciptakan media sosial, mesin peramban, dan e-commerce sendiri yang tidak kekurangan pasar (users) karena memiliki penduduk di atas 1 miliar orang.


Hilman Fajrian
Founder Arkademi.com

Hasil gambar untuk tiongkok

Sebenarnya, siapa pun bisa hidup tanpa Facebook dan Google -- seperti manusia tahun 1980-an. Namun, pemblokiran FB dan Google oleh pemerintah Cina bukan saja bermotif politik, tapi juga ekonomi dan budaya.

Pemblokiran itu diiringi kebijakan pemerintah membangun ekosistem IT kelas dunia untuk masa depan Cina. Dari Cina, oleh Cina, dan untuk Cina. Yang muncul kemudian adalah Baidu menggantikan Google, Renren menggantikan FB dan Twitter, Wechat menggantikan BBM/WA, Youku menggantikan Youtube, dst. Setiap ada platform populer dari Barat, Cina pasti menciptakan substitusinya.

Keberhasilan ini juga didukung dengan jumlah populasi Cina yang terbesar di dunia sehingga platform tak kekurangan pengguna.

Dengan demikian, bukan hanya lahirnya ekosistem digital yang sejalan dengan kebijakan negara, tapi juga membendung pengaruh kultur Barat yang didistribusikan lewat internet.

Secara ekonomi, ekosistem IT di sana sudah bernilai triliunan dolar dengan kemunculan kelompok Alibaba, Baidu, hingga Tencent.

1120 Views
Write your answer View all answers to this question