selasar-loader

Menurut Anda SBY melakukan dramaturgi politik melalui konferensi pers atau baper?

LINE it!
Answered Feb 07, 2017

 

jJCke6WiVVdfuW1AWvq7LT-sOEtRBzlN.jpg

SBY meradang dan melampiaskan kekesalannya melalui jumpa pers dan media setelah Basuki dan penasehat hukumnya, yang menyebut namanya di pengadalian terkait percakapannya dengan Kiai Ma'ruf Amin. Polemik penyadapan yang menyeret nama SBY menjadi titik masuk jumper pers yang diadakannya, serta demonstrasi mahasiswa di rumahnya di Kuningan, lagi-lagi membuat SBY menulis status di media sosial.


Arifki Chaniago
Political Commentator

8ik9coYWOXk8PpSsIzG3zZ6wCYnaJudE.jpg

Pilkada DKI Jakarta 2017 tinggal menghitung hari, jika tidak bisa menjaga kepercayaan pemilih, petahana bisa tumbang dan penantang memanfaatkan peluang untuk menang.

Basuki sebagai petahana sungguh disayangkan melakukan blunder dengan membuka komunikasi antara SBY dengan Ma'ruf Amin terkait Agus-Sylvi.

Basuki dan tim penasihat hukumnya telah melakukan kesalahan fatal setelah dugaan kasus penistaan agama yang masih belum selesai. Emosi Basuki dan tim penasihatnya yang berlebihan menanggapi kesaksian Kiai Ma'ruf Amin bisa menjadi bumerang. Jika demo besar-besaran kembali terulang, seperti gerakan 411 dan 212, detik-detik menjelang pemilihan akan menggoyahkan pilihan konstituen yang tak lagi terpengaruh dengan hasil survei.

Tim pemenangan Basuki tidak membaca kekuatan konstituen yang percaya dengan Kiai dan yakin dengan sikap yang diambil sesepuh organisasi keagamaan. Dengan menggoreng isu tanpa politik identitas secara berlebihan, Basuki terlalu mengunakan rasionalitas dalam merebut hati pemilih tanpa melirik perasaan.

Pada sisi ini lah, SBY menggunakan titik masuk untuk menari cantik, mengikuti blunder irama politik Basuki yang sangat fatal, dengan mengunakan konferensi pers sebagai wadah klarifikasi atas isu-isu yang mengkaitkan namanya.

Menurut saya SBY tidak baper (bawa perasaan), itu memang ciri khas yang dimilikinya, selama dua periode memimpin Indonesia meyakinkan publik dengan sosialisasi adalah ciri khasnya. Apakah ini dramatugi politik SBY menarik simpati publik? Itu tidak lah penting, tetapi menghina SBY dengan ucapan Baper berati Anda tidak terlalu mengikuti ciri khas SBY selama ini.

Sama saja ciri khas yang dimiliki Jokowi dengan blusukan dan Basuki yang sangat blak-blakan, ini lah passion masing-masing pemimpin. Sebagai anti-SBY, tidak perlu pula Anda menghinanya terlalu berlebihan, sebagai mantan presiden dua periode, selama menjabat dan sampai sekarang ini, ia tak punya pesawat udara yang mencitrakan dirinya secara baik, dari bangun tidur sampai tidur kembali.

SRggvoKD9EbQwivPTb3HcwpqMRWGJ2D2.jpg

SBY pun memainkan tarian cantik lagi setelah sejumlah mahasiswa melakukan demonstrasi di depan rumahnya, ia langsung memanfaatkan media sosial untuk ajang curhat dan memainkan opini bahwa rumahnya sedang di demo orang.

Menurut saya, untuk memenangkan Agus-Sylvi langkah SBY cukup cerdas memanfaatkan momentum sebelum hari pemilihan, ia gunakan dramatugi politik pada saat yang tepat dari proses menunggunya selama ini.

Jadi, apabila Agus menang pada Pilkada DKI Jakarta, SBY memang ahli strategi yang harus diacungi jempol lagi, hanya mengandalkan media sosial untuk menarik simpati publik tanpa memiliki pesawat udara yang pasti, ia ubah pilihan politik warga Jakarta dalam hitungan hari.

360 Views
Write your answer View all answers to this question