selasar-loader

Apakah keperawanan (virginity) bagi seorang perempuan masih penting untuk memasuki jenjang pernikahan?

LINE it!
Answered Jan 31, 2017

Dalam kebudayaan dan keyakinan tertentu, seorang perempuan wajib "suci" saat memasuki jenjang pernikahan. Banyak pernikahan batal gara-gara masalah keperawanan ini.


Arie Putra
Peneliti Komunikasi Politik MediaCitra dan Analis Kebijakan KEIN

YHwWwOdFJ1nF6EQNXrmzg3Z1rbMvykqz.jpg

Keperawanan penting, tetapi bukan segalanya. Saya kira itu posisi yang paling moderat untuk menjawab pertanyaan ini. Pernikahan bukan hanya persoalan melakukan hubungan seksual. Itu hanya salah satu, ada berbagai hal lainnya yang harus menjadi pertimbangan. Kalau seseorang masih perawan, tidak ada jaminan mengenai kemampuannya membangun rumah tangga yang baik dan menjaga pernikahannya dengan setia.

Apakah ada data yang memperlihatkan seorang perawan lebih mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik? Kurang lebih, begitu jawaban rasional dari masyarakat modern yang sangat fungsional.

Orang modern memiliki khas membuka probabilita hingga segalanya mencapai titik tak terbatas. Semuanya harus terukur, terstruktur, dan terpola dengan jelas lewat berbagai parameter spesifik, setelah itu harus temukan lagi pola baru. Jika anda punya ukuran-ukuran logis, Anda bisa monopoli kebenaran dalam masyarakat modern. Begitu rumusnya di level gagasan.

Masyarakat bergerak maju ke depan. Setiap orang bisa mencapai apa yang ingin dikejar. Semua kemungkinan bisa terjadi. Pada substansinya yang terdalam, gagasan mengenai modernisme sangat anomic, chaos, crisis, kontradiktif, dan fluktuatif. Semuanya bisa diprediksi, tetapi tidak bisa dipastikan. "Kemungkinan kita kaya selalu ada, tetapi kemungkinan kita miskin juga selalu terbuka," kata seorang pengusaha.  

Sementara itu, keyakinan mengenai mitos kesucian "purity" juga penting untuk dilihat kembali. Belakangan, masyarakat semakin memegang teguh nilai yang sudah dianggap "kolot" ini. Modernisme ternyata tidak mampu menggeser keyakinan fundamental. Masyarakat hanya percaya modernisme sebagai wahana, tetapi bukan pada tingkat substansi.

Masyarakat sudah fasih menggunakan internet, namun pernyataan rasis juga semakin meningkat. Mereka ikut aktif mendukung seorang kandidat di dalam pemilu, namun menolak mentah-mentah ajaran demokrasi. Modernisme membuat masyarakat semakin berpegang kepada akarnya dengan wahana barat.

Generasi ini sedang berupaya untuk kembali ke asal, menjelajahi alam kultural sendiri untuk menemukan yang autentik dengan menggunakan perangkat modern. Menemukan masa lalu yang penuh kepastian di tengah modernisasi yang membuat segala peluang menjadi terbuka.

Keperawanan adalah mitos yang sudah lahir ratusan tahun yang lalu. Institusi budaya melahirkan narasi kepastian di dalam keperawanan. "Kalau Anda nikah dengan perawan, pasti dia perempuan yang lebih baik," katanya. Sekarang anda tinggal putuskan sendiri, ingin berada di kutup kepastian atau ketidakpastian. Buat saya, keperawanan ya penting nggak penting. ehehhe  

459 Views
Ma Isa Lombu

wkwkwkwk. Keereeen!  Feb 1, 2017

Pebriansyah Ariefana

Jelas nggak penting lah keperawanan. Orang baik nggak diikur dengan perawan atau juga perjaka. Yang penting ngk saling ganggu dan nggak mengganggu  Jan 31, 2017

Write your answer View all answers to this question