selasar-loader

Apakah kebiasaan nonton film porno dapat disembuhkan? Bagaimana caranya?

LINE it!
Answered Jan 30, 2017

Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

Addicted-to-Porn_.jpg

Kecanduan pornografi merupakan bagian dari kecanduan seks, merupakan suatu rentang perilaku yang dilakukan secara berlebih dan berakibat negatif pada hidup seseorang. Meskipun belum merupakan diagnosis resmi dalam DSM 5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder), kecanduan terhadap pornografi dapat mengakibatkan konsekuensi dalam berbagai aspek kehidupan.

Secara statistik, 40 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengakses situs pornografi secara reguler, 1 dari 5 pencarian di internet adalah tentang pornografi. Diperkirakan, 9 dari 10 remaja laki-laki terpapar pornografi sebelum usia 18 tahun. Begitu juga dengan remaja perempuan, 6 dari 10 remaja perempuan terpapar sebelum usia 18 tahun.

Terdapat perdebatan, apakah menonton pornografi adalah hal yang menyehatkan? Sebagian besar ahli mengatakan bahwa pornografi akan mempunyai efek negatif kepada hidup seseorang, sementara sebagian yang lain beranggapan bahwa menonton pornografi pada dosis dan tipe pornografi tertentu dapat bermanfaat. Tentu yang akan kita bahas tidak pada perdebatan tersebut, tetapi lebih kepada apakah seseorang yang mengalami kecanduan pornografi dapat disembuhkan?

Sebagaimana narkoba, pornografi juga akan memberikan reward kepada otak -- apalagi seks merupakan basic instinct atau kebutuhan dasar dari manusia -- berupa rasa senang. Pada saat reward yang dirasakan oleh otak berlangsung secara terus-menerus, maka akan terjadi suatu neuroadaptasi sehingga terjadilah toleransi yang menyebabkan seseorang yang mengalami kecanduan pornografi akan berusaha meningkatkan dosis dan tipe pornografi yang ditonton.

Secara psikologis, kebiasaan menonton pornografi juga merupakan suatu proses belajar yang disebut operan conditioning . Problem akan terjadi ketika kebiasaan tersebut menjadi berlebih, impulsif, kompulsif, dan problematik dalam kehidupan sehari-hari, baik secara fisik/ biologi, psikis, maupun sosial.

Untuk mengatasi kecanduan terhadap pornografi, dapat dilakukan dengan mengikuti treatment. Terdapat berbagai macam jenis terapi, baik yang sifatnya individu maupun kelompok. Di antara bentuk-bentuk terapi yang ada, antara lain sebagai berikut.

  1. Individual / Group Therapy
  2. Motivational Interviewing
  3. Cognitive Behaviour Therapy
  4. Mindfullness Based Therapy
  5. Psychodynamic Therapy
  6. 12 step recovery
  7. Couple Therapy

Terapi-terapi tersebut bertujuan untuk membantu para pecandu pornografi mengenali kondisi emosional dan psikologis yang memicu pada relaps, mendiskusikan problem yang terjadi pada pecandu pornografi, dan membantu untuk membentuk respons perilaku yang baru ketika menghadapi trigger yang dapat memicu relaps. Memang tantangan mencegah relaps ini harus menjadi concern, mengingat keberadaan teknologi, baik komputer maupun smartphone yang tidak dapat dihindari. 

Bagi para pecandu pornografi yang juga mempunya ko-morbiditas dengan gangguan jiwa yang lain, terutama depresi dan gangguan cemas, pengobatan secara farmakologis mungkin diperlukan, terutama dengan menggunakan obat golongan SSRI (Selective Serotonine Re-Uptake Inhibitor)  yang dapat mengurangi craving akan aktivitas seksual dengan melihat pornografi.

Bagi yang tidak respons dengan obat-obatan golongan SSRI, Naltrexone dapat menjadi alternatif. Naltrexone akan mengurangi kompulsivitas akan aktivitas seksual, begitu juga dengan obat anti-androgenic yang mengurangi kadar hormon pada pria yang membuat keinginan untuk melakukan aktivitas seksual berkurang.

Terakhir, kampanye untuk menggunakan internet atau teknologi  secara sehat harus dilakukan sehingga timbul insight yang baru untuk tidak membuka situs-situs atau material terkait pornografi.

Gambar via joypedrow.com

344 Views
Write your answer View all answers to this question