selasar-loader

Apa yang pertama kali harus dilakukan oleh orangtua manakala anaknya mengalami kecanduan game online?

LINE it!
Answered Jan 30, 2017

Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training

gaming-addiction-therapy.jpg

Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi bagaikan pedang bermata dua, dapat mempermudah kehidupan manusia, sekaligus dapat memberi masalah. Penemuan internet adalah salah satu capaian yang luar biasa sehingga manusia dapat terhubung satu dengan lainnya secara luas, di seluruh dunia. Termasuk juga memberikan efek perubahan dari cara orang bermain games. Jika pada masa-masa sebelumnya bermain games harus memakai console, sekarang tak perlu lagi, apalagi dengan smartphone yang semakin canggih.

Kecanduan game online merupakan bagian dari kecanduan internet, tak hanya usia muda, tetapi juga usia-usia dewasa banyak yang mengalami hal yang sama. Kecanduan game online ini kemudian banyak membuat para orangtua mengeluh.

Hal yang harus diperhatikan adalah kapan bermain game online ini disebut sebagai kecanduan? Meskipun kriteria kecanduan game online ini menjadi perdebatan ilmiah diantara para ahli, tetapi kita dapat mengadopsi kriteria kecanduan secara umum sebagaimana yang terdapat dalam DSM IV-TR pada kriteria pathological gambling. Di antaranya adalah 

  • Adanya preokupasi  yang maladaptif terhadap penggunaan game online yang ditandai dengan minimal satu dari gejala berikut :
  1. Preokupasi untuk memainkan game online yang tak dapat ditahan.
  2. Memainkan game online yang berlebihan dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang direncanakan.
  • Memainkan game online tersebut menyebabkan distress atau gangguan yang signifikan dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau area lain yang penting.
  • Memainkan game online yang berlebihan ini tidak terjadi secara eksklusif pada saat periode hipomania atau mania, dan tidak disebabkan gangguan Axis I lainnya.

Hal-hal yang pertama kali dapat dilakukan orangtua ketika mendapati anaknya menunjukkan gejala-gejala kecanduan game online adalah :

  1. Tidak panik, tetaplah tenang ketika anak menunjukkan perubahan ke arah kecanduan game online. Sikap tergesa-gesa justru akan menimbulkan resistensi dari si anak, dan cenderung untuk lari kepada komunitas yang membuat dia nyaman.
  2. Berbicaralah dengan anak. Diskusikan dengan anak mengenai perubahan yang diamati oleh orangtua, dalam diskusi gunakanlah posisi yang setara, jangan gunakan ego orang tua yang cenderung bersikap menghakimi. Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan yang terbuka sehingga anak dapat menceritakan apa yang dirasakan dan dialaminya.
  3. Buat kesepakatan kapan boleh bermain game, termasuk juga mengenai limit waktunya. Sebaiknya anak tidak bermain game lebih dari satu jam sehari.
  4. Buat juga kesepakatan mengenai konten game yang boleh dimainkan.
  5. Sepakati mengenai reward and punishment yang akan diberikan, jika aturan main yang telah dibuat bersama dilanggar.
  6. Kedua orangtua, termasuk juga significant others harus konsisten menjalankan aturan yang telah disepakati.
  7. Ketika aturan telah dibuat, orangtua juga harus menjadi role model, dengan tidak asyik sendiri dengan gadget-nya.
  8. Buatlah kegiatan bersama yang menyenangkan, sediakanlah aktivitas-aktivitas alternatif seperti membaca buku bersama, atau melakukan permainan-permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan.
  9. Tidak memberikan smartphone pada anak di bawah 12 tahun, beberapa penelitian menunjukkan pemberian smartphone pada anak-anak, akan membuat anak-anak lebih mudah mengalami kecanduan internet maupun game.

Jika kemudian anak Anda tidak mengalami perubahan yang signifikan, atau justru menjadi lebih buruk, evaluasi hal-hal yang telah Anda lakukan, apakah Anda konsisten terhadap aturan yang telah disepakati atau ada hal-hal lain yang menyebabkan anak dengan mudah mengakses game.

Bawalah ke profesional kesehatan (psikiater atau psikolog) untuk melihat apakah ada gangguan yang mendasari kecanduan game si anak, jika anak terlihat makin impulsif dan kompulsif dalam bermain game.

Pada akhirnya teknologi harus dimanfaatkan dengan baik dan dilakukan secara sehat. Sikap orangtua sebagai role model sangat menentukan perkembangan anak ke depan.

138 Views
Write your answer View all answers to this question