selasar-loader

Apakah mungkin ada time traveller?

LINE it!
Answered Jan 29, 2017

Banyak isu mengenai orang-orang yang pernah menjelajah waktu belakangan ini,penjelajahan waku juga diperkuat dengan adanya teori ilmiah,  dimana menytakan menjelajah waktu itu mungkin. Setidaknya itu menurut Teori Relativitas Umum yang dicetuskan oleh Albert Einstein. Dimana pristiwa dan tokoh yang dibicarakan dan sempat heboh yang beredar di dunia maya seperti Perempuan Misterius di Film Charlie Chaplin 1928,  John Titor,  'Hant' Marie Antoinette, Sir Robert Victor Goddard, Philadelphia Experiment, 1943.

Dan kebenaran time traveller ini seolah-olah dibuktikan dengan banyaknya film-film yang mengadopsi cerita tentang penjelajahan waktu. Seperti Terminator, The flash, Endo prisma, orange dan masih banyak lagi. Lalu apabila mesin waktu itu memang benar ada bagaimana kita dapat mnjelaskan eksistensinya pada saat ini? Dan bila tidak ada, lalu bagaimana dengan beberapa fakta yang sudah beredar di masyarakat?

 


Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

pqZMGrMUE5oePWxiAxO7EDueFpUxqckd.jpg

Berbicara tentang perjalanan waktu, ada beberapa hal yang harus kita samakan. Pertama tentang konsep berjalannya waktu, kedua tentang bagaimana kita membayangkan wujud waktu.

Waktu yang kita ketahui saat ini sedang berjalan maju. Beberapa menit yang lalu, hanya menjadi kenangan bagi kita saat ini. Dan beberapa menit ke depan, cukup menjadi rencana dan angan. Waktu terus maju dan tidak akan mundur sama sekali. Sedangkan wujud waktu sendiri menurut fisika sama halnya dengan ruang.

Ruang dan waktu adalah satu sistem yang membentuk alam semesta. Bayangkan kerupuk jengkol yang ada pada toples plastik, kerupuk jengkol itu adalah materi besar seperti planet. Bintik-bintik kecil di kerupuk jengkol adalah kita. Sedangkan toples plastik, yang menjadi wadah materi tersebut, adalah ruang dan waktu.

N9VFdf72VA4Oq0DXwZzbOH0MY6OyxAC0.jpg

Selanjutnya, apakah perjalanan waktu dapat dilakukan?

Jika yang dimaksud di sini adalah ‘bergerak lebih maju’ sesuai berjalannya waktu, atau saat ini bisa kita katakan sebagai “melakukan perjalanan menuju masa depan” maka hal tersebut mungkin terjadi. Ya, it's physically possible!

Dengan teori relativitas umum Einstein, perjalanan waktu dapat dilakukan. Kenapa demikian? Karena menurut teori ini, ketika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, waktu kita akan menjadi lambat, relatif terhadap pengamat. Jika kita bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seakan-akan kita sedang melakukan perjalanan waktu menuju masa depan.

Sebagai contoh, kita sedang melakukan penerbangan mutakhir menggunakan roket yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya. Sebagai penumpang roket tersebut, kita memang tidak akan merasakan perbedaan waktu, tetapi ketika kita kembali ke Bumi, keluarga kita menganggap kita telah melakukan perjalanan waktu. Itu terjadi karena ‘tampang’ kita relatif sama seperti saat meninggalkan Bumi, sedangkan keluarga kita di Bumi jauh lebih tua dibandingkan saat kita meninggalkan mereka.

Sekarang bayangkan jika kita adalah keluarga di Bumi itu. Maka kita akan menganggap saudara kita, si penumpang roket, adalah manusia yang datang dari masa lalu, yang berarti ia sedang melakukan perjalanan menuju masa depan. Menarik bukan?

Sebenarnya si penumpang roket sama sekali tidak datang dari masa lalu. Dia juga bukan melakukan perjalanan menuju masa depannya. Yang sedang terjadi adalah ‘skipping time’. Puluhan tahun di Bumi telah ia lewati dengan perjalanan roket. Akan tetapi, ia sama sekali tidak terlibat dengan apa yang terjadi di Bumi saat ia tinggalkan. Again, its skipping time!

Jika Anda muslim, kasus inilah yang terjadi pada Ashabul Kahfi. Mereka telah melakukan aktivitas skipping time selama 300 tahun. Mereka bisa saja dianggap sebagai penjelajah waktu yang datang dari masa lalu oleh warga sekitar. Namun mereka sama sekali tidak melakukannya, yang mereka lakukan adalah membuktikan teori relativitas Einstein. 

Okay, bagaimana dengan perjalanan waktu menuju masa lalu?

Untuk kasus ini sepertinya lebih rumit. Dengan relativitas umum Einstein, kita dapat memperlambat waktu ketika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya. Lantas, apa yang terjadi jika kita bergerak melebihi kecepatan cahaya?

Ketika kita bergerak melebihi kecepatan cahaya, waktu mungkin akan bergerak mundur. Jadi, perjalanan menuju masa lalu dapat dilakukan dengan cara bergerak melebihi kecepatan cahaya. Mudah bukan? Bukan! Haha, sangat tidak mudah. Bahkan bisa dikatakan tidak mungkin.

Pertama, untuk bergerak dengan begitu cepat, cahaya dianggap sebagai partikel yang tidak bermassa. Jika kita memaksa melakukan perjalanan itu, kita akan membutuhkan energi yang sangat besar, dalam bahasa matematika kita kenal dengan ‘mendekati tak hingga’. Sederhananya, tidak ada material di alam semesta ini yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya sehingga melakukan perjalanan menuju masa lalu tidak dapat dilakukan.

Bagaimana dengan kisah Muhammad dan Isra Mirajnya?

Sama dengan Ashabul Kahfi, Muhammad telah melakukan aktivitas skipping time. Bagi penduduk Mekkah saat itu, mungkin secara konsep Muhammad telah datang dari massa depan. Karena Muhammad menghabiskan banyak waktu dengan mengunjungi neraka, surga, hingga lobbying dengan Allah terkait perintah salat (jumlah rakaat). Namun ketika Muhammad kembali ke Mekkah, ia hanya kehilangan semalam saja. Jadi yang sebenarnya Muhammad lakukan adalah ‘perjalanan langit’, bukan melakukan perjalanan waktu yang terjadi seperti pada film fiksi. 

Itu berarti, acuan waktu yang digunakan Muhammad dalam perjalanan langit berbeda dengan waktu yang sedang berjalan di Mekkah. 

Namun fisikawan pecinta time travelling tidak mudah menyerah. Model alam semesta yang fleksibel, dan terus mengembang melahirkan sebuah konsep “Einstein-Rosen Bridges”, atau yang lebih dikenal dengan istilah Wormholes. Bayangkan alam semesta yang terbentuk oleh ruang waktu, seperti yang kita bahas di awal diskusi.

Sekarang bayangkan bentuk dari ruang waktu tersebut seperti sehelai kertas. Kita sedang berada di tengah kertas sehingga tengah-tengah kertas adalah masa sekarang. Analogikan ujung kanan kertas adalah masa depan, sedangkan ujung sebelah kiri adalah masa lalu.

Sekarang kita menekuk bagian ujung kiri kertas tersebut ke bawah sehingga posisi masa depan dan masa lalu bersebrangan. Jika terdapat dua buah benda bermassa sangat tinggi dan padat saling bersebrangan, maka ‘terowongan’ penguhubung masa depan dan masa lalu tersebut dapat terwujud.

Ludwig Flamm menggunakan perhitungan matematika, berhasil menunjukkan bahwa kemungkinan tersebut bisa terjadi. Melalui terowongan inilah perjalanan waktu dapat terjadi. Jadi, ‘mesin waktu’ yang dibutuhkan untuk konsep ini adalah sebuah pesawat luar angkasa super canggih yang dapat melalui terowongan tersebut.

im_QxbrdlTU_inbODZWknhMFKoV7cVlh.jpg

Apakah itu mungkin? Sejauh ini tidak.

Gravitasi yang berada dalam sistem tersebut sangatlah kompleks. Tidak hanya besar, tetapi kompleks. Semua teori tentang wormholes hingga saat ini sebatas pada perhitungan, dan selalu stuck pada ketersediaan material dan kemungkinan teknis untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan konsep ini pun, perjalan waktu masih teramat sulit untuk terjadi.

Sebagai penutup, menurut fisika, perjalanan waktu tidak dapat dilakukan. Bergerak menuju masa depan memang mungkin, tetapi melakukan perjalanan waktu menuju masa depan untuk mengetahui apa yang terjadi pada kita 50 tahun lagi, kemudian kembali lagi ke masa sekarang untuk mengubah masa depan, sungguh tidak bisa dilakukan. Apa lagi bergerak menuju masa lalu untuk mengubah nasib kita yang sekarang.

Karena waktu akan terus bergerak maju.
Dan kenangan tetaplah menjadi kenangan.
Move on cuy!

 

#A2A

 

653 Views
Nurmala Sari

mungkin.karena semakin banyaknya film di dunia yg menawarkan dan berlatarkan alam yg indah sehingga penonton pun ingin merasakannya dengan waktu yg diinginkan  Aug 19, 2017

Nuradia Puspawati

jadi inget film interstellar dan akhirnya baru ngerti cara kerja 'terowongan' wormholes nya abis baca ini wkwk. Kereen P!  Feb 24, 2017

Write your answer View all answers to this question