selasar-loader

Bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintai?

LINE it!
Answered Dec 01, 2016

Baskoro Aris Sansoko
Cinta itu Ada di Segala Spektrumnya

Hasil gambar untuk ditinggalkan orang yang dicintai

Sumber gambar via http://3.bp.blogspot.com/ (SUM)

Dari jalan menuju stasiun dari suatu festival, Detour (atau, mungkin, My Foolish Heart) mengalun dari sebuah gerai. Denting piano, petikan bas, dan gesekan halus kawat-kawat di permukaan drum. "Bill Evans," kata seorang laki-laki. "Iya?" perempuan di sebelahnya bertanya.

"Iya, ini Bill Evans. Khas. Dia menggunakan prinsip less is more dalam bermusik. Sedikit not dan kord yang dimainkan, semakin penuh musik yang dihasilkan. Semakin utuh."

Dialog itu rupanya masih terpikir di benak laki-laki itu setelah berpuluh tahun lamanya. Seperti kehidupan, gumamnya. Kadang ada orang-orang yang apabila tidak ada di kehidupanmu, ia bisa lebih penuh, lebih utuh.

Ingatannya pun menampilkan adegan pengkhianatan, kekecewaan, kemarahan, dendam, dan kebencian. Raut muka yang ia sesali untuk kenal. Istri yang tak lama ia ceraikan. Selingkuhannya yang ternyata selingkuh dengan yang lain. Equil digenggamannya serasa minuman keras. Seperti tertampar bahwa hidupnya terlalu banyak notasi yang menghiasi hingga gambar utuhnya tak lagi jernih.

Dia menundukkan kepalanya di bar malam itu. Aroma wine. Asap rokok. Dan pelan-pelan sebuah musik mengudara. After fajr, Ahmad Jamal, laki-laki itu terbangun. Atas pertanda apa musik ini dimainkan, batinnya. Dia tersenyum dan menundukkan kepala kembali.

Bill Evans mengambil inspirasi dari Miles Davis. Miles Davis mengambil inspirasi dari Ahmad Jamal. Lelaki itu mengingat bahwa ketiganya memang sepakat mengenai prinsip less is more. Namun, ada satu hal yang dia lupakan, yaitu mereka bertiga juga sepakat bahwa tetap harus menemukan notasi dan kord yang tepat untuk menghidupkan sebuah karya musik. Untuk itu, membutuhkan keahlian dan kebijaksanaan.

Seperti dalam kehidupan ini lagi, gumamnya. Bukan lantas less is more maka menghilangkan setiap orang. Hanya orang-orang yang tepat yang perlu untuk mengisi kehidupan. Hanya orang-orang tertentu pantas dihadirkan.

Lelaki itu tertawa kecil. Rupanya ia merasa selama hampir 40 tahun ia hidup, ia kurang kebijaksanaan untuk itu. Entah dia memasukkan terlalu banyak manusia ke dalam kehidupannya. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat. Atau dia kehilangan orang yang tepat.

Atau dia kehilangan orang yang tepat. Terngiang dalam pemikirannya. Menghantui jiwanya.

Jempol kanannya menggeser kontak yang dia simpan dalam gawainya. Ke bawah dan ke bawah. Ke atas dan ke bawah. Berhenti.

Lelaki itu tersenyum. Terbayang unggahan foto perempuan itu bersama bayi kecilnya. Senyum merekah bersama suaminya. Berlatar belakang keindahan alam dari berbagai belahan dunia. Bergandeng tangan dengan keluarga kecilnya.

Ia menundukkan kepalanya lagi. Sambil bibirnya menyunggingkan senyum kecil. Ia pejamkan mata. Kemudian tenggelam di dalam masa setelah fajar.

495 Views
Write your answer View all answers to this question