selasar-loader

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

LINE it!
Answered Jan 24, 2017

Indria Salim
Dreaming about Indonesia as one of the top 5 good governanced-countries

Sebelum menjawab pertanyaan "pria korupsi lebih banyak daripada perempuan korupsi", mungkin perlu dasar sahih, itu dalam konteks apa? Ada berbagai kemungkinan. Apakah itu di kalangan pebisnis, di kalangan birokrat, di kalangan tokoh masyarakat pada umumnya, di dunia politik, dan di wilayah mana saja? Di Indonesia, daerah di Indonesia, atau negara tertentu termasuk Indonesia, atau di kebanyakan negara sedunia?

Masa pemerintahan Presiden Jokowi, memberi cukup banyak kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Ada yang prestasi dan kepemimpinan mereka cukup menonjol, sebut saja misalnya Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri Susi Pudjiastuti), Menteri Sri Mulyani, Menteri Kofifah Indarparawangsa -- dan mungkin beberapa pemimpin yang tidak harus selevel dengan Menteri.

Baru-baru ini, seorang bupati di Jawa Tengah kena OOT, dan ternyata korupsinya melibatkan orang lain yang termasuk keluarganya. Ada juga pelaku korupsi perempuan, melibatkan dinastinya di Banten. Lalu di Jawa Barat, juga di Sumatra, melibatkan suaminya sendiri dan pengacara gaek. Semua itu terjadi bukan hanya pada saat mereka mulai terindikasi, namun juga sejak orang belum mengetahui tindakan mereka jauh pada masa pemerintahan sebelumnya, yaitu era 12 tahun yang lalu (tahun 2004-2014).
Di masa pemerintahan SBY, cukup banyak perempuan korupsi, namun tampaknya belum ada laporan persis temuan yang ditampilkan secara grafis, menggambarkan tingkat korupsi dan perbandingan pelaku berdasarkan gender.

Dengan kata lain, tampaknya kasus korupsi tidak memandang gender ataupun suku, agama, ras, atau tingkat dan latar belakang pendidikan. Satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pertanyaan yang menjadi topik ini, adalah tentang hal yang lebih spesifik. Kasus korupsi dalam konteks periode kejadiannya, frekuensi dalam perbandingan jumlah dan komposisi populasi (misalnya, dalam satuan 100%, berapa persen orang yang diobservasi berdasarkan kategori keterwakilan setiap gender?)

Walau demikian, yang penting kita dapat berharap bahwa tidak lama lagi Indonesia akan menempati urutan teratas dalam ranking negara yang bebas dari kasus korupsi, bukan sebaliknya. Mudah-mudahan. -- @IndriaSalim - 24 Januari 2017

 

185 Views
Write your answer View all answers to this question