selasar-loader

Apa yang akan terjadi jika seandainya Bumi benar-benar datar?

LINE it!
Answered Jan 23, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

m1A23yDuqfHUTX63WGkEE0PFZ7GFv9bu.jpg

 

Sebelum lebih jauh, tulisan ini bukan tentang bantahan ‘konspirasi flat earth’ secara utuh. Diskusi ini hanya akan membahas dengan latar fisika sederhana, tentang kekacauan apa yang terjadi ketika Bumi kita benar-benar datar.

Gravitasi

Pertama dan yang paling utama adalah gravitasi.
Jika bumi kita ini berbentuk piringan datar, sungguh gravitasi akan menghancurkan bentuk bumi dan memaksanya kembali menjadi bentuk menyerupai bola.

Mengapa demikian? Karena gravitasi bekerja dari pusat massa sebuah benda. Gravitasi yang bertanggung jawab atas kaki-kaki kita yang masih menempel di tanah dengan tegap di belahan bumi mana pun kita berada.

Jika bumi berbentuk datar, gravitasi yang bekerja menjadi sangat tidak masuk akal. Ingat, bahwa setiap benda mempunyai pusat massa, termasuk piringan. Dengan asumsi demikian, setelah ‘mengetahui’ tebal bumi, pusat massanya terletak pada ½ kali tebal bumi dari tengah-tengah kutub utara. 

Well, gravitasi akan membuat semua benda tertarik menuju pusat massa tersebut. Dengan demikian ketika kita berada di daerah dekat batas piringan bumi tersebut, kita akan merasakan daya tarik yang semakin berat. Itu berarti, berjalan menjauhi kutub utara akan seperti mendaki gunung.

Tulang-tulang manusia juga akan berbeda. Manusia di daerah selatan (menjauhi kutub utara) akan memiliki postur yang lebih pendek, tetapi memiliki tulang yang lebih kuat dibandingkan dengan manusia-manusia di daerah utara.

Selain itu, gravitasi juga merupakan gaya fundamental yang bekerja pada hampir seluruh fenomena di alam semesta ini. Karena setiap benda bermassa dan berinteraksi satu sama lain akan merasakan gaya tarik tersebut.

Jika secara terpaksa gravitasi dihilangkan dari konsep berpikir kita, apa yang meyebabkan benda jatuh ke bawah? Akan banyak sekali pertanyaan lanjutan jika kita mengeleminasi keberadaan gravitasi.

Orbit bumi, rasi bintang, teknologi satelit, pesawat terbang, arsitektur, engineering, semua jenis teknologi pada sistem terbuka harus memperhitungkan gaya ini.

Medan Magnet Bumi

Bersama dengan atmosfer, bumi kita juga menghasilkan medan magnet yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai paparan kosmik jahat di alam semesta.

Sama seperti konsep medan magnet yang terjadi pada magnet batangan, bumi juga menghasilkan garis khayal yang dapat mengerakkan partikel bermuatan. Bagaimana medan magnet dapat terjadi di bumi?

Hal tersebut karena adanya lelehan logam sangat panas yang tersimpan di perut bumi, yang kemudian berputar terhadap sudut tertentu melalui aktivitas rotasi bumi yang berbentuk hambir bulat.

Rotasi dari lelehan logam tersebut secara sempurna menghasilkan medan magnet. Jika Bumi adalah piringan datar, entah apa yang akan terjadi dengan kita karena absennya pelindung magnetik ini.

Gerhana

Jika Bumi datar, gerhana tidak dapat terjadi. Gerhana terjadi ketika Bulan membelakangi bumi terhadap matahari. Pada gerhana bulan, cahaya matahari yang harusnya sampai ke bulan terhalangi oleh bumi.

Jika bumi datar, bagaimana caranya bumi berada di antara matahari dan bulan? Konsep serupa juga berlaku pada gerhana matahari.

 

v1Nj0HcXYD60TQNueZ5g8TEilEAsaJp8.jpg 

Horizon dan konstelasi bintang yang berbeda

Sederhananya, jika bumi datar, percobaan pengamatan tentang kapal laut yang melegenda itu tidak akan terjadi. Bulatnya bumi bertanggung jawab terhadap berbagai fenomena horizon kita ketahui.

Munculnya benda secara berangsur-angsur dari pandangan kita adalah karena bumi bulat. Benda akan tiba tiba terlihat utuh jika memang bumi itu datar.

Selain itu pernahkah mencoba mengamati suatu benda menggunakan teleskop darat? Ketika kita melakukan observasi terhadap benda, semisal pohon, mungkin teleskop kita tidak akan menemukannya.

Namun ketika kita menuju daratan yang lebih tinggi dari posisi awal, teleskop kita dapat menangkapnya! Hal tersebut mungkin terjadi jika bumi kita tidak berbentuk flat.

 

CzdrXSX8vsVzCQ66cSAi1hHL_cgVWGpI.jpg

Xpm7HyJF6RM2LzbPLiRIvQ69X52FpMrV.jpg

Konstelasi bintang juga harus sama jika kita ingin bumi berbentuk datar. Faktanya, pengamatan konstelasi dari bumi dipengaruhi secara relatif terhadap posisi pengamat.

Gugus yang kita lihat di langit kita saat ini, akan berbeda dengan pengamatan yang dilakukan di kutub utara.

EdtyMTO8MzQ8swqSZgAP1uUcY_kGaMsD.jpg

 

Waktu

Jika bumi kita ternyata datar dan model matahari yang mengitari bumi di daerah katulistiwa benar, maka kita bisa menyaksikan matahari kapan pun kita mau. Dengan Phytagoras saja, dapat dijelaskan bagaimana rapuhnya model tersebut (model matahari yang hanya berjarak 5000 KM dan ukurannya yang hanya 50 KM).

Namun sekarang coba kita amati dari segi visualisasi sederhana. Perbedaan waktu siang dan malam ini terjadi karena bagian bumi yang memang membelakangi matahari, sehingga tidak mendapatkan cahaya matahari.

Jika bumi datar, bagaimana ada perbedaan siang dan malam? 

Distorsi arah juga sangat kuat pada model bumi datar. Jika bumi datar, matahari akan terbit dari timur dan tenggelam di barat laut.

Juga jejak prespektif matahari di seluruh belahan bumi akan sama, yaitu melengkung, bukannya meninggi kemudian turun secara lurus.

 

ApXUg6rgvBUdOugyJNDhz2oXaoSotSBS.jpg 

 

Gerak Newton

Gaya sentrifugal, momen Inersia, arah dan besar torsi, semuanya akan benar-benar berbeda antara benda bulat yang berotasi dan bergerak memutari suatu benda yang lebih besar gaya gravitasinya, dibandingkan dengan piringan.

 

yrVpcH4p4ZpSOYIMkEBcTHUebx1KRSGp.jpg

 

 

Jadi apa yang terjadi jika bumi ternyata datar?
Maka bumi akan memaksa dirinya untuk kembali ke bentuk bulat.

Mengapa? Fisika!

 

#A2A

 

54938 Views
Ma Isa Lombu

Lw Keren bgt bro!  Jan 23, 2017

Write your answer View all answers to this question