selasar-loader

Bagaimana rencana preventif terbaik kesehatan masyarakat untuk Indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun ke depan beserta tantangannya?

LINE it!
Answered Aug 10, 2017

[Sayembara Selasar]

Mayoritas penduduk indonesia pasti pernah mencicipi rokok, tak jarang kalangan muda yang seharusnya bisa lebih menjaga kesehatannya justru lebih banyak mengkonsumsi rokok setiap harinya. Jika didiamkan tentunya negara ini akan memprihatinkan kedepannya. Sebagai mahasiswa FKM, tentunya kalian akan menghadapi permasalahan ini disetiap tahunnya. Menurut kalian bagaimana rencana preventif terbaik kesmas untuk indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun kedepan beserta tantangannya?

Ketentuan:

- Hanya untuk Anagata dari FKM

- Minimal 200 kata

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan pemikiran/ide/pengalaman/insight yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa FKM UI 2017.


Hasil gambar untuk pencegahan rokok

 

Merokok adalah suatu gaya hidup yang tidak sehat. Merokok tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat membahayakan oranglain disekitarnya. Rokok itu sendiri memiliki kandungan yang berbahaya, seperti tar yang meninggalkan noda di gigi bahkan paru-paru yang menyebabkan kanker serta nikotin yang menyebabkan kecanduan.

Sebatang rokok dengan mudahnya didapatkan hanya dengan Rp500,00 sampai dengan Rp750,00. Kemudahan itulah yang menjadikan salah satu alasan mengapa Indonesia menjadi urutan kenomor empat di dunia untuk jumlah perokok terbanyak dalam masyarakatnya.

Mungkin sebagian orang berpikir bahwa dengan menutup pabrik rokok dapat menyelesaikan permasalahan rokok di negara ini, tetapi nyatanya hal tersebut bukan solusi terbaik. Menutup pabrik rokok merupakan suatu tindakan “mengobati”. Menurut saya sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati”, tindakan mencegah atau preventif dapat dilakukan sedari dini. Saya dapat memulainya dari diri sendiri lalu memberikan penyuluhan pada orang-orang disekitar pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Penyuluhan yang dimaksud dapat berupa sosialisasi bahaya rokok yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan pandangan hidup untuk tidak merokok. Sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, saya akan memulai penyuluhan tersebut mulai dari jenjang sekolah dasar. Saya akan memberikan pandangan untuk tidak merokok dari berbagai aspek, baik itu aspek ekonomi maupun kesehatan.

Dewasanya, rokok kini telah menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat. Bahkan rokok itu sendiri sudah menjangkau usia anak-anak. Tantangan untuk Indonesia bebas rokok yaitu sulitnya kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya kesehatan untuk diri mereka maupun oranglain. Mereka lebih memikirkan tentang “gaya hidup” daripada kesehatan mereka sendiri.

 

Septyanti Kartika_FKM_Kertawardhana 11

188 Views
Write your answer View all answers to this question