selasar-loader

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

LINE it!
Answered Nov 16, 2016

Pada tanggal 8 November waktu setempat, Donald J Trump yang tidak diunggulkan mengalahkan pesaing kuatnya Hillary Clinton. Dunia mencemaskannya karena sikap rasis dan antiimigran yang ditunjukkan Trump selama masa kampanye.


Pepih Nugraha
Jurnalis Politik, menulis politik, tapi tidak berpolitik

f17E_jC2xqxhyYBDoOdlxLkpbrJdbMON.jpg

Setiap Presiden Amerika Serikat terpilih akan melaksanakan program-program barunya, salah satunya ialah program yang sesuai dengan janji-janji semasa kampanye. Poin ini penting, sebab ketertarikan pemilih terhadap calon sangat dipengaruhi oleh program-program yang akan dijalankan saat kampanye. Isu dalam negeri yang sangat seksi di mata pemilih Amerika adalah masalah pengangguran, pajak, jaminan hari tua, dan kesehatan. Itu yang menjadi perhatian khusus Hillary Rodham Clinton dalam kampanyenya.

Akan tetapi, Trump berpikir "out of the box". Ia melancarkan kampanye yang sangat tidak "manusiawi" tetapi justru "populis" di kalangan orang-orang konservatif yang menghendaki kembalinya kejayaan Amerika di masa lalu, "Make America Great Again", sebagaimana slogan Trump. Kampanye Trump yang "berbahaya" tetapi populis di mata sejumlah pemilih konservatif itu adalah membendung imigran Muslim yang masuk ke AS, mengusir imigran gelap dari Amerika, dan memproteksi produk-produk AS dari serbuan produk luar negeri, khususnya dari Tiongkok.

Di bidang ekonomi perdagangan saja, AS di bawah Trump akan membuat proteksi sendiri dalam menghadapi Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya yang perdagangannya sedang bertumbuh. Bisa jadi, isu perdagangan ini merembet ke konstelasi geopolitik. Negara-negara Asia yang perdagangannya terkunci dan tidak bisa masuk AS akan mengalihkan bisnisnya ke Rusia, India, Brasil, Eropa. Contoh kecil, negara-negara itu bisa saja mengalihkan pembelian senjata dan alat-alat berat lainnya dari AS ke negara-negara musuh AS seperti Rusia dan Tiongkok. Bakal terjadi neraca perdagangan yang berubah.

Hubungan AS dengan Eropa (NATO) juga akan terganggu dengan kebijakan Trump yang antiimigran gelap dan muslim. Sejumlah negara Eropa melindungi pengungsi-pengungsi Suriah dan kawasan Timur Tengah atas alasan kemanusiaan, sedang Amerika cenderung tak acuh atas nasib pengungsi yang tercermin dari sikap antiimigran Trump tersebut. Bakal ada pergesekan kebijakan dalam skala geopolitik antara AS dan NATO atau dengan negara-negara lainnya atas kebijakan Trump ini.

 

576 Views
Write your answer View all answers to this question