selasar-loader

Menurut kamu, apa masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia?

LINE it!
Answered Aug 09, 2017

[Sayembara Selasar]

Global Finance Magazine, Majalah bulanan berbasis di New York yang mengolah data Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait produk domestik bruto mengeluarkan peringkat kemakmuran negara-negara di dunia pada tahun 2016 lalu. 

Dalam data tersebut, Indonesia masih menempati 103 dari 185 negara. Tentu saja, hal ini merupakan hal yang sangat ironis mengingat Indonesia seringkali dibanggakan dengan berbagai kekayaan budaya dan sumber daya alam. 

Lalu, menurut kamu, apakah hambatan atau masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia? Elaborasikan!

Ketentuan:

- Hanya untuk Anagata dari FEB

- Minimal 200 kata

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan pemikiran/ide/pengalaman/insight yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa FEB UI 2017.


Doddy Hidayat
Founder Ro-cket Pizza Indonesia

wV3gIurnXQ5Fc9jNbM38jvaQWGUnJ94W.jpg

Masalah pasti banyak dan ruwet. bahkan ada masalah diatas masalah karena upaya-upaya penyelesaian masalah justru menimbulkan banyak masalah baru. Akar permasalahan terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia adalah mentalitas! Mentalitas sebagai bangsa, sebagai individu, sebagai pemimpin, sebagai rakyat dan sebagai bagian dari masyarakat dunia.

Mentalitas sebagai bangsa: Rubah mental ikut-ikutan, kagum dengan cara orang dan inferiority complex akut. Itu mentalitas butut, kok nyaman jadi pak turut. Kita selalu silau dengan kehebatan orang lain. dibenak kita itu: kalau mau maju maka tirulah Korea dan jepang. kalu mau produktif maka tirulah China dan India. kalau mau demokratis maka tirulah Amerika. kalau mau kaya maka tirulah Arab. Jadi sampai kapan kita mau percaya diri? Percaya dengan kemampuan sendiri?

Mentalitas sebagai pemimpin: Baik pemimpin formil maupun non formil diseluruh lini dan entitas kelembagaan. Yuk pelajari lagi traction panjang bangsa ini 1000 tahun kebelakang. Sejarah nusantara penuh dengan pemimpin kaliber kelas dunia. kaliber berani beda dan yakin dengan kemampuan sendiri. Tidak ikut-ikut cara orang lain apalagi nurut dan bertekuk lutut dengan aturan orang lain. Gajah Mada, Sriwijaya dan para pemimpin besar nusantara tidak kenal yang namanya IMF, Bank Dunia, Kelompok G7, A, B, C dan sejenisnya.Mau ngebut akselerasi-percepatan apapun kalau relnya diatas rel orang lain, ngga bakalan jadi pemenang, ngga bakalan jadi lokomotif, selamanya jadi gerbong. Bahkan jika lokomotif saat ini sudah habis stamina dan rel sudah buntu, kalau terus ikut aturan main orang lain, alih alih mau sejajar, malah kocar kacir ngga karuan. Yang sedang krisis siapa yang kena imbasnya dan paling babak belur ya kita.

Mentalitas sebagai rakyat: Ngga bosen apa kita selalu disepelekan orang, dipandang sebelah mata orang? Padahal yang menilai kita sejatinya sedang rabun berat! rabun strategis! An Eye among the blind is the king! Yuk kita sadari, dunia global makin rabun strategis. Sumber daya alam ngga punya, krisis pangan makin dekat, kerusakan lingkungan makin berat, ekonomi dan keuangan makin eksis di atas kertas tapi tenggelam dikehidupan nyata. Itulah yg terjadi di kota-kota besar dunia yang menclaim dirinya penentu kebijakan ekonomi dunia.

Yuk bangkit dari tidur panjang. cari titik temu antar keluarga besar Indonesia ini, bukan konsultasi ke orang lain, minta sama Tuhan penjamin segalanya, kita bangun ketahanan dan kemandirian ekonomi dengan jiwa besar, itu saja sebenarnya kuncinya. bagi siapa saja yang berjiwa kerdil, rendah diri, jauh dari mental pejuang, jangan dikasih amanah. Apalagi mental makelar dan koruptor. Biarlah orang lain sibuk diatas kertas, kita sibuk dan fokus untuk berjuang. Potensi SDM, sumber daya darat, laut, udara, adalah lahan perjuangan kita. Tuhan sudah kasih dan pasti ada maksudnya

253 Views
Write your answer View all answers to this question