selasar-loader

Apa yang melatarbelakangi ditutupnya kantor jaringan berita Al-Jazeera oleh Israel?

LINE it!
Answered Aug 07, 2017

Agaton Kenshanahan
Pemimpin Redaksi Pers Mahasiswa Unpad

al%20jazeera%202.jpg

HAL ini pasti terkait dengan merebaknya bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa baru-baru ini. Al Jazeera, oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, selama ini dituduh sebagai penghasut kerusuhan tersebut dengan pewartaannya. Netanyahu juga menyatakan bahwa pewartaan Al Jazeera tentang Masjid Al Aqsa tidak profesional. 

Dalam pernyataan resminya, Al Jazeera menolak tuduhan tersebut dan hendak mengambil langkah legal untuk mengantisipasi kebijakan pemerintahan Israel selanjutnya. Untuk sementara, pewartaan Al Jazeera akan tetap berlanjut karena belum pasti kapan kebijakan tentang penutupan ini akan diterapkan.

Yang jelas, dari kebijakan ini kita bisa tahu bahwa nada (tone) pewartaan Al Jazeera oleh Israel dianggap terlalu memberatkan Israel. Itulah yang melatarbelakangi mengapa Israel sampai berani hendak menutup kantor jaringan berita Al Jazeera, mencabut surat kredensial para jurnalisnya, serta mencabut saluran kabel dan satelit Al Jazeera.

Pasalnya, Israel khawatir opini publik yang dihasilkan dari membaca/menonton Al Jazeera akan mendelegitimasi kebijakan-kebijakan Israel lebih jauh. Misalnya saja pada kasus pemasangan detektor logam dan kamera keamanan di Masjid Al Aqsa yang kemudian menuai protes. Akibatnya, kedua alat tersebut dicopot lagi setelah terjadinya bentrokan dan kematian sejumlah demonstran. Isu ini kemudian cukup santer diwartakan, oleh Al Jazeera salah satunya.

Apalagi di saat yang sama konflik ini selalu mendapatkan perhatian komunitas internasional. Bila secara komprehensif kantor berita ini mewartakan apa yang terjadi pada setiap momentum peristiwa konflik, komunitas internasional juga tidak akan melepas perhatiannya.

Bila dari pewartaan tersebut opini komunitas internasional menekan Israel, Israel juga tidak bisa luwes untuk menerapkan kebijakannya. Salah-salah malah akan menuai kecaman dan membangkitkan gerakan perlawanan masyarakat Palestina. Ini tentu akan menyulitkan Israel.

***

Foto: Kantor Al Jazeera di Jerusalem. (AFP)

350 Views
Write your answer View all answers to this question