selasar-loader

Kenapa acara TV di Indonesia banyak yang tidak mendidik?

LINE it!
Answered Jan 30, 2017

Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

Saya coba ikutan urun rembug soal acara TV yang banyak dianggap tak mendidik. Sebenarnya kegelisahan saya sebagai pemirsa TV sudah saya rasakan sejak lama, sejak masih berada di dalam industri ini.

Sebagai industri yang menghidupi dirinya dari pemasukan iklan, insan pertelevisian dituntut menghasilkan karya yang bisa mendulang banyak pemirsa. Karena banyaknya jumlah pemirsa akan berdampak secara langsung pada perolehan iklan.

Sayangnya industri tv hanya mengejar perolehan iklan sehingga abai terhadap kualitas konten. Lihat saja cerita sinetron tak masuk akal bersliweran di jam tayang utama (prime time). Padahal tiap stasiun tv memiliki divisi QC (Quality Control) yang harusnya ketat membentengi mana program yang sesuai dengan kondisi pemirsa Indonesia.

Selain itu tidak adanya regulasi yang ketat yang membatasi isi konten tayangan membuat stasiun tv seperti diatas angin. Program apa yang sedang "in" dijadikan acuan. Stasiun tv seperti mati kreasi, karena merasa mudah mendapatkan iklan jika membuat program yang sama dengan pesaing (me too product).

Satu stasiun menayangkan FTV dan sukses, segera setelah itu hampir semua stasiun tv menayangkan program sejenis. Satu stasiun tv menayangkan sinetron ABG maka diikuti pula oleh stasiun tv lainnya. Tak ada yang berupaya keluar dari kerumunan atau membuat trend acara sendiri. Oleh karena itu tayangan tv di Indonesia seperti supermarket, segala apapun ada di tv. Ada di stasiun tv X, ada pula di stasiun tv C.

Lalu apa yang bisa dilakukan sebagai pemirsa tv? Matikan tv kalau tak suka dengan siarannya, karena dengan demikian mereka tidak akan mendapat rating/share dari Nielsen yang baik, sehingga berujung tidak dapatnya perolehan iklan. Sayangnya kesadaran akan konten buruk di tv tidak ada di semua kalangan. Sehingga stasiun tv masih bebas melenggang.

Tapi dalam sekian tahun ke depan percayalah penonton bakal makin pintar, apalagi pilihan tontonan kini tak didominasi tv lagi. Sebagian penonton kini sudah mulai menjadikan tayangan video di Youtube sebagai tontonan harian mereka. Dan jika ini dilakukan secara massif robohlah industri tv. Who knows?

291 Views
Write your answer View all answers to this question