selasar-loader

Apakah Anda percaya teori evolusi dan kenapa?

LINE it!
Answered Jan 08, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

0n4dW1Ipfn8ruCZekIAtO1fEVaAIy59I.jpg

‘Teori Evolusi’ telah berhasil menjadi perdebatan turun temurun oleh kalangan luas. Beberapa mempercayainya, sebagian lainnya sangat tegas menolaknya. “Gue gak percaya kalau nenek moyang gue monyet”. Yap, kalimat penolakan tersebut seringkali menjadi jawaban atas permasalahan evolusi. Apakah Anda juga demikian?

 

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya kita mengingatkan diri kita terlebih dahulu bahwa kita harus hidup dalam sebuah sistem yang berdasarkan pada kebenaran ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, pertama-tama kita harus pahami dahulu apa itu Evolusi. Dalam biologi, teori evolusi tidak menjelaskan secara pasti bagaimana kehidupan berawal di bumi ini. Teori-teori dalam evolusi menjelaskan bagaimana suatu kehidupan terdahulu berubah secara berangsur-angsur menjadi yang kita kenal saat ini.

Teori ini menjelaskan tentang adanya keaneragaman hayati, juga tentang adanya kehidupan terdahulu yang terekam dalam fosil. Bahkan evolusi menjelaskan bagaimana nyamuk jaman sekarang yang semakin kebal dengan obat nyamuk bakar. Evolusi adalah perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi adalah penjelasan dari segala bentuk perubahan antara induk dan penerusnya. Sederhananya, semua makhluk hidup di dunia ini sanggup melakukan reproduksi. Ketika bereproduksi, baik amoeba, bunga tulip, kunang-kunang, hingga Mbak Surti dan Mas Tejo, menduplikasi DNA-nya kepada anak-anaknya. DNA tersebut adalah informasi genetik yang menentukan bagaimana keturunan mereka terbentuk. Dalam proses penduplikasian tersebut, ada beberapa rantai yang mengalami mutasi genetik sehingga terlahirnya suatu keturunan yang berbeda. Nah, ini adalah bentuk evolusi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa evolusi adalah fakta. Bukan sebuah argumen yang diperdebatkan. Jadi jika pertanyaannya “Apakah saya percaya dengan evolusi?” Big Yes! I do believe it. Bukti-bukti evolusi telah terpampang nyata di sekitar kita, yang telah diuji melalui berbagai keilmuwan yang berbeda. Biologi, kimia, arkeologi, matematika, dan beberapa bidang lainnya. Sebagai contoh, paus yang lebih terlihat sebagai ikan raksasa justru memiliki lebih banyak kemiripan secara anatomi dengan kuda nil, yang merupakan mamalia. Evolusi juga berperan penting dalam perkebunan, bagaimana kita akhirnya bisa mendapatkan seledri segar, atau dalam penyilangan hewan peliharaan yang akhirnya mendapatkan kucing tercantik yang kita idam-idamkan. Semua perubahan keturunan tersebut adalah bentuk dari evolusi.

Jadi, bagian mana dari evolusi yang kawan-kawan kita tolak, dan tidak diakui kebenarannya? Jika yang dimaksud adalah teori yang menjelaskan evolusi dari Charles Darwin, maka berbeda lagi bahasannya. Seperti yang kita ketahui sebelumnya tentang teori, hukum, dan fakta yang telah kita diskusikan di https://www.selasar.com/question/3628/Apa-perbedaan-hukum-dan-teori-dalam-sains-Bagaimana-memaknainya, teori adalah hasil pengujian hipotesis yang menjelaskan tentang fenomena.

Evolusi adalah sebuah fenomena, dan dimunculkanlah beberapa teori untuk menjelaskan ini. Selain teori milik Darwin, tentu kita pernah mengenal teori evolusi Lamarck, juga teori Punctuated Equilibrium milik Gould. Teori evolusi Darwin telah diterima beberapa golongan, tetapi juga disangkal habis-habisan oleh masyarakat karena kesalahpahamanan. Ya, menurut saya karena kesalahpahaman. Charles Darwin menemukan sebuah teori yang disebut sebagai Natural Selection yang menjelaskan tentang evolusi yang diakibatkan oleh mekanisme seleksi dari tempat tinggalnya. Perlu diketahui bahwa teori evolusi Darwin memiliki dua buah simpulan penting. Pertama, seluruh makhluk hidup di dunia ini berasal dari satu nenek moyang yang sama. Kedua, evolusi terjadi karena proses seleksi alam.

Untuk menjelaskan butir pertama, ilmuwan menggunakan data kemiripan makhluk hidup berdasarkan anatomi, pertumbuhan embrio, perbandingan DNA, distribusi spesies di dunia, ataupun jejak fosil yang telah terkubur jutaan tahun yang lalu. Buah pikir inilah yang menjelaskan tentang adanya diversitas spesies atau lebih dikenal sebagai keaneragaman hayati. Dengan teori ini juga, ilmuwan berhasil mengelompokkan jenis-jenis makhaluk hidup yang telah kita kenal sejauh ini seperti keluarga mammalia, amphibia, aves, dan sebagainya. Sedangkan untuk menjelaskan butir kedua, eksperimen langsung terhadap makhluk hidup serta observasi dari studi kasus. Contoh yang terkenal adalah ngengat Biston betularia. Sebelum revolusi industri di Inggris, jumlah ngengat putih jenis ini lebih banyak dari pada yang hitam. Namun setelah revolusi, jumlah ngengat putih menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh gagalnya ngengat putih beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah menjadi lebih gelap akibat asap industri, sehingga ngengat tersebut lebih mudah diburu pemangsa dari pada ngengat hitam.

Selain yang telah disebutkan di atas, sangat banyak contoh-contoh hasil observasi yang mendukung teori evlousi oleh seleksi alam milik Darwin. Jika memang teori Darwin telah 100% salah dan sama sekali tidak menjelaskan evolusi, lantas mengapa teori ini masih dianggap relevan dan tetap digunakan sebagai salah satu pedoman dalam mempelajari fenomena evolusi? Karena sampai saat ini masih belum ditemukan sanggahan ilmiah yang berhasil mematahkan teori ini. Sama dengan teori-teori lain, Teori Evolusi Darwin juga bisa diruntuhkan, tetapi harus dengan bantahan yang berlandaskan metode ilmiah. Contoh penemuan yang dapat menggugurkan teori ini antara lain ditemukannya mahluk hidup dengan DNA dan protein yang tidak ada hubungannya dengan mahluk hidup lainnya di bumi, ditemukannya anak ayam yang berekor monyet atau memiliki rambut, ditemukannya gen kloroplas pada hewan, ditemukannya melinjo berbunga, pakis berkayu, burung yang memiliki susu, mamalia berbulu burung, atau ikan dengan gigi geraham dan taring sekaligus.

Jadi jika ingin mematahkan suatu teori, kita harus menemukan bukti ilmiah yang bertolak belakang dengan isi teori tersebut. Kita harus paham bahwa bentuk pemikiran sekelompok manusia yang belum memiliki bukti ilmiah tidak dapat digunakan sebagai alat falsifikasi suatu teori terdahulu. Lantas bagaiamana dengan kitab-kitab keagamaan yang seakan-akan menyangkal evolusi? Karena saya tidak banyak mengkaji kitab lain selain Alquran, saya hanya bisa menjelaskan adanya kemungkinan kesalahpahaman dalam penafsirannya saja.

Sebelumnya, tahukah Anda bahwa jauh sebelum Darwin mencetuskan teori evolusi oleh seleksi alam, ilmuwan-ilmuwan muslim juga mengajukan teori yang sangat mirip? Pada abad 9, Al Jahiz menerbitkan teori bertahan hidup spesies yang banyak membahas adaptasi di berbagai tingkat.

Nasiruddin At Tusi juga mewujudkan sebuah teori tentang adaptasi yang menjelaskan bagaiamana organ makhluk hidup bisa berkembang sesuai dengan habitatnya. Jika At Tusi menerbitkan teorinya pada abad 13, abad 14 adalah milik Ibnu Khaldun yang bahkan menggagas bagaimana awal makhluk hidup bisa terbentuk. Namun hanya Charles Darwin yang tercatat dalam sejarah, yang berhasil menjelaskan evolusi dengan mempelajari berbagai macam spesies saat menjelajah dunia menggunakan kapal laut HMS Beagle.

Mengapa banyak ilmuwan muslim zaman dahulu mengangkat tema evolusi dan tidak dianggap melecehkan agama Islam? Karena mereka sama sekali tidak menentang Alquran. Dalam surat Nuh ayat 14-17, disebutkan:

“Dan sesungguhnya Ia telah menciptakan kamu dengan berbagai tingkatan. Apakah engkau tak melihat bagaimana Allah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? Dan di sana Ia membuat bulan sebagai cahaya, dan membuat matahari sebagai pelita. Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh” (QS 71:14-17)

Beberapa tafsir menyebutkan ‘tingkatan’ (pada ayat 14) sebagai proses hidup manusia, dari bayi hingga tua. Namun sebagian lagi menafsirkanya sebagai bentuk penyempurnaan tubuh manusia yang setelah mengalami beberapa keadaan. Di akhir ayat 17, kata “Nabatun” juga dapat diartikan sebagai tumbuhan, sehingga ayat tersebut ditafsirkan sebagai “Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah sebagaimana tumbuhan”. Tentu tafsiran ini menjadi pro terhadap pemikiran ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu tentang evolusi.

Bagaimana dengan Adam?

Apakah Anda percaya bahawa Adam adalah manusia pertama di Bumi? Saya percaya. Namun ada beberapa yang harus diperjelas, bahwa kata ‘manusia’ di sini bisa jadi berbeda dari manusia yang kita pahami, bagi saya, Adam adalah ‘manusia modern’ pertama di bumi, atau dalam bahasa religinya sebagai khalifah pertama di bumi.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka (malaikat) berkata, “Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memujiMu dan menyucikan namaMu?” Dia berfirman, “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS 2:30)

Dari ayat tersebut, para malaikat secara eksplisit menunjukkan bahwa mereka telah berpengalaman terhadap makhluk yang mirip dengan Adam, yang memiliki perilaku destruktif sehingga mereka ragu terhadap putusan Allah.

Keraguan tersebut juga dijelaskan pada QS 38:69-71, yang menceritakan tentang malaikat yang sedang berbantah-bantahan saat penciptaan Adam. Disebutkan juga bahwa khalifah sebelum Adam dan khalifah yang hendak diciptakan Allah ini adalah khalifah yang benar-benar berasal dari golongan manusia, sebagaimana ayat berikut:

Dan Dialah yang telah menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat ‘iqab-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (QS 6:165)

Beberapa tafisr dari ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya Allah adalah pencipta para khalifah di muka bumi ini. Kata ganti orang kedua (dhamir mukhatab) pada ja’alakum merujuk pada seluruh umat manusia. Menilik pada keumuman lafadz ini, apabila dikaitkan dengan pertanyaan malaikat tentang penciptaan khalifah, maka khalifah sebelum Adam adalah khalifah dari golongan manusia juga. Dengan demikian, ada banyak “Adam-Adam” lain yang sebelumnya diciptakan Allah dengan fungsi yang sama, tetapi dengan karakter yang berbeda.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Adam adalah makhluk yang diberikan kekuasaan dan kepercayaan oleh Allah sebagai ‘manusia modern’ pertama yang akan menjadi khalifah, menggantikan makhluk terdahulu. Bahwa penciptaan Adam bisa jadi merupakan bentuk evolusi tak langsung dari manusia terdahulu. Dengan anatomi yang mirip dengan makhluk purba sebagai khalifah terdahulu, Adam kemudian diciptakan sebagai penerus dengan karakter dan pemikiran yang jauh lebih baik.

Saat diturunkan ke bumi lah, proses seleksi berjalan lancar karena memang Adam sebagai manusia paling berkualitas dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. Berikutnya proses reproduksi Adam dengan Siti Hawa, hingga terlahirnya manusia-manusia dengan karakter yang berbeda sesuai tempat tinggalnya juga sejalan dengan teori evolusi.

Itulah mengapa saya percaya terhadap Darwin Theory of Evolution by Natural Selection.

gambar via pinterest.com

437 Views
Masamune Priambodo

"Adam bisa jadi merupakan bentuk evolusi tak langsung dari manusia terdahulu."
Saya tidak paham apa itu evolusi tak langsung? 
Dalam mitologi agama samawi Adam dikisahkan tanpa mempunyai ayah dan ibu.
  Apr 13, 2017

Naufan Nurrosyid P

Maksud dari ungkapan, "evolusi tak langsung" di sini adalah, bahwa Adam merupakan produk yang mengalami banyak perubahan, tetapi tidak mendapatkan perubahannya secara berangsur-angsur.
:)

Jadi, Adam memang tidak berayah-beribu. Tapi sebelumnya terdapat makhluk menyerupai Adam (menyerupai manusia) yang mungkin komposisinya tidak disempurnakan. Kemudai 'muncul'-lah Adam, yang mempunyai komposisi lebih sempurna, dan kulitas bertahan hidup yang lebih baik. Itu maksud dari evolusi tak langsung.
:)  Apr 15, 2017

Masamune Priambodo

Ah, gabungan teori evolusi dan kreasionisme. :-)   Apr 16, 2017

Naufan Nurrosyid P

Yosh, terima kasih tambahan wawasannya!
:D
  Apr 17, 2017

Write your answer View all answers to this question