selasar-loader

Bagaimana cara memilih/menentukan ide bisnis?

LINE it!
Answered Jan 06, 2017

Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

fpdWs09nQYTqynyBC2XyPWlfNqQVjFVe.png

Buat pendiri bisnis pemula, mungkin memilih atau menentukan ide jadi pekerjaan yang sulit. Saya akan mencoba berbagi beberapa tips dari berbagai pengalaman yang mungkin bisa menjadi guideline dalam mengembangkan ide bisnis. Karena tanpa ide, kadang kita sulit memulai bisnis. Mudah-mudahan membantu.

Sederhana (keep it simple)

Pengalaman saya, ide yang cepat berkembang biasanya idenya sederhana sekali, bahkan kadang ga kepikiran sama kita saking sederhananya. Karena membesarkan bisnis itu sangat menantang, jangan ditambahin dengan ide yang rumit/kompleks.

Mudah dieksekusi

Ide yang sederhana juga berarti ide itu mudah dieksekusi atau dimulai secepatnya. Bagaimana mungkin kita punya ide bisnis tapi tidak bisa dieksekusi dalam waktu singkat? Ga guna dong ya mikirin idenya. Memulai adalah langkah awal membangun bisnis yang baik. Dari situlah kita bisa belajar secepatnya, kita juga akan tahu mana yang benar dan salah, kita makin mahir dengan segera memulai. Ibarat belajar renang, kalau ga nyebur kapan bisa renangnya?

Kita sendiri memakainya

Ide yang sederhana juga lebih mudah dijelaskan biasanya. Paling tidak orang sekitar bisa mengerti dengan cepat bisnisnya sehingga mereka bisa menjadi pelanggan awal kita. Kunci bisnis adalah mencari pelanggan sebanyak-banyaknya. Bahkan, ya kita sendiri perlu menjadi pelanggan dari bisnis kita. Dengan menjadi pelanggan dari bisnis kita sendiri, kita bisa mendapatkan feedback langsung mengenai produk atau layanan yang kita buat. Puas ga kita sendiri memakainya? Kalau kita sendiri saja tidak memakai, bagaimana kita meyakinkan orang lain? Jangan sampai kita punya ide jualan boneka anak, ternyata anak kita bonekanya mereknya lain.

Tidak membutuhkan biaya besar

Kesederhanaan sebuah ide juga bisa dilihat dari biaya yang dibutuhkan. Seandainya kita ga punya modal, ngapain kita memikirkan bisnis yang membutuhkan modal besar? Kalau orang tua kita kaya boleh lah. Keep it simple! Cari ide-ide yang tidak membutuhkan modal besar jika tidak memiliki modal. Kita perlu simpan energi/modal kita untuk masa depan. Banyak bisnis saya lihat selamat karena pendirinya bisa dengan mudah tidak menggaji dirinya sendiri, ini karena untuk mengoperasikan bisnisnya, tidak membutuhkan biaya yang sangat besar. Kalau perlu, cari ide bisnis yang langsung untung.

Obsesi dan passion

Bertanyalah pada diri sendiri, obsesi kita apa sih? Apa yang menjadi alasan atau membuat kita lebih semangat menjalani hari? Membangun bisnis adalah perjalanan yang sangat panjang. Di tengah jalan nanti akan banyak sekali hambatan dan rintangan menghadang. Butuh energi dan semangat yang sangat besar untuk menghidupi bisnis kita. Seandainya bisnis kita sampai pada titik terendah nanti (ga ada uang misalkan), apakah kita masih akan melakukannya? Inilah obsesi atau passion. Manusia sedari lahir sebenarnya makhluk yang emosional, mungkin sejak diperkenalkan uang kita jadi lebih transaksional. Obsesi sering kali menjadi mata uang baru. Saya sendiri waktu awal Bukalapak menggaji diri sendiri 2 juta rupiah, kadang ga digaji. Teman-teman saya? Lebih kecil! Saya tidak bisa membayar dengan uang, tapi dengan obsesi dan passion. Jadi, temukan obsesi atau passion-mu, mungkin ide bisnis kamu ada di sana. Hidup cuma sekali, cari bisnis yang memuaskan jiwa kita dan dibawa sampai mati.

Visi dan pasar yang besar

VjbueijvBYQ03ZNoXQrZHGtwdgIgAv7E.jpg

Pernahkah waktu kita kecil kita menemui penjual gorengan di sekitar lingkungan kita dan ketika kita besar, masih berjualan gorengan dengan ukuran bisnis yang sama? Di kesempatan lain saya pernah bertemu penjual gorengan yang memiliki puluhan titik penjual gorengan di Jakarta Selatan. Apa ya yang membedakan antara keduanya? Adalah visi yang membedakannya. Bisa jadi visi adalah yang membedakan antara pebisnis besar dan kecil, sebenarnya proses dan usahanya sama saja. Jadi, carilah ide bisnis yang bisa membawa visi besar hidup Anda.

Visi besar bisa dimulai dengan membayangkan seberapa besar potensi pasar dari ide bisnis kita. Cari ide bisnis yang memungkinkan kita memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Bisnis-bisnis besar umumnya memiliki pasar yang sangat besar alias semua kalangan memakainya, Indomie, Aqua, Alfamart, Kacang Garuda, dll. Jangan sampai bisnis Anda nanti kecil terus, berpikirlah besar, karena seperti bekerja, bisnis adalah karier Anda. Anda mesti memikirkan terus pengembangannya hingga hari tua nanti.

 

Sumber gambar 1 via media.licdn.com

Sumber gambar 2 via allswalls.com

267 Views
Write your answer View all answers to this question