selasar-loader

Bagaimana cara agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu?

LINE it!
Answered Aug 02, 2017

Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia

n5cBjwVYTJl2NFbjISIzGL1epjUkPA4L.jpg

Let's Find : Gue sih kuliah buat ... 

Sebelum menjawab pertanyaan yang sebenarnya juga ingin saya tanyakan pada orang lain ini, menurut saya, yang sesungguhnya pun belum dapat dikatakan berkapasitas mengingat saya pun belum sampai pada status "lulus" tersebut, ada baiknya jika kita menanyakan nenek moyang dari pertanyaan tersebut, yap "Untuk apa kita kuliah?" Kenapa pertanyaan itu lebih leluhur, karena jika kita tidak memutuskan kuliah, maka tidak akan pernah ada kelulusan yang dimaksud, setidaknya itu yang dipahami mahasiswi yang juga masih tertatih-tatih menyelesaikan hari-hari studinya yang penuh dengan drama ini.

Kita mungkin tidak akan kaget dengan jawaban super semangat dan menjanjikan yang keluar dari mulut seorang mahasiswa baru atau setidaknya anak SMA tahun akhir yang tengah berangan-angan tentang di mana kelak studinya akan dilanjutkan. Tapi, jika pertanyaan itu dilabuhkan pada sesepuh-sesepuh mahasiswa tahun ke-3, ke-4, ke-5, bahkan ke-6 mungkin kita sama tahu, akan seperti apa nasib jawaban pertanyaan itu nantinya.

Kuliah dengan alasan ingin bekerja di perusahaan bergengsi, mengikuti keinginan orang tua yang tidak ingin ketinggalan membanggakan anaknya dalam acara arisan keluarga, sekadar menuntaskan rasa penasaran menduduki posisi teratas dari menjadi seorang siswa, atau mungkin menjadikannya agenda kuliah untuk mengejar si dia yang lama sudah jadi incaran. Alasan apa pun itu, tetap sah, selama yang bersangkutan rela menjalani masa perkuliahan dengan lapang dada.

Tahun pertama sebagai tahun euforia, semangat membara dan apa saja rela dilakukan demi almamater tercinta. Masuk tahun kedua, habis euforia terbitlah jenuh yang melelahkan. Berlanjut tahun ketiga, mulai muak bosan dan kuliah tak lebih seperti mayat berjalan. Puncaknya tahun ke-4, tahun di mana idealnya toga dan gelar sajana hanya tinggal sekedipan mata lagi saja, tapi tidak, bahkan ini masa di mana rasanya udahan aja, itu tahapannya menurut pemaparan beberapa kakak tingkat yang pastinya tidak berlaku pada seluruh mahasiswa. Ya, desas-desus inilah agaknya yang memunculkan pertanyaan di atas "Bagaimana caranya agar dapat lulus tepat waktu?", sebagai bentuk, entah cemas atau sarana siaga, jika kelak benar masa kejenuhan itu tiba, sementara telepon orang tua jelas adanya minta kita segera jadi sarjana.

Menurut saya, sekali lagi dengan ketidakadaapa-apaannya ini, hal yang lebih penting dijawab lebih dulu adalah tujuan dari kuliah itu sendiri sebelum kemudian dapat lulus dengan tepat waktu. Karena, ketika kita tahu tujuan tersebut, maka jabarannya mungkin akan mudah saja. Anggaplah kita kuliah untuk dapat segera lulus dan mendapat pekerjaan bagus, maka agaknya tenaga maksimal perlu kita kerahkan untuk sesegera mungkin menyelesaikan 144 SKS tersebut. Lain hal  jika tujuan itu adalah untuk memenuhi rasa ingin tahu tentang ilmu yang sedang kita geluti, menemukan konsep diri di masa dewasa awal, atau mencari sebanyak-banyaknya kenalan dan pengalaman berorganisasi atau mugkin juga semuanya. Masing-masing tujuan tentu memiliki jawabannya masing-masing dan jalan pemenuhannya sendiri-sendiri. Hal inilah yang kemudian akan memberikan variasi tentang kapan seseorang sebaiknya lulus. Misalkan di UI, jika ingin melanjutkan karier organisasi, maka waktu 4 tahun biasanya tidak cukup untuk mendapatkan hal itu, maka bagi yang menggeluti dunia perorganisasian waktu yang tepat untuk lulus mungkin bukan 4 tahun, namun sedikit lebih dari itu. Dan begitulah, mengapa pada akhirnya, lulus tepat waktu tidak dapat disamakan antar tiap mahasiswanya. Ya, dengan alasan itulah saya masih senang berpihak pada semboyan "lulus pada waktunya" ketimbang "lulus tepat waktu" (yang idealnya disepakati di tahun ke-4).

Menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait apa esensi dari kuliah itu, apakah pada titik ini tujuan kuliah itu telah tercapai atau belum, sepertinya jadi hal yang perlu lebih kita utamakan ketimbang keinginan untuk lulus sama seperti yang lainnya (tepat waktu). Apakah ketika masuk ke dunia pascakampus nanti bekal yang kita bawa cukup untuk memenuhi harapan dan ekspektasi publik, sebagai salah satu yang beruntung menjadi 10% masyarakat Indonesia yang menikmati megahnya bangku perguruan tinggi, juga hal yang harus kita perhitungkan. Sebabnya ialah karena dunia pascakampus kabarnya tidak lebih toleran terhadap keteledoran atau alasan ketidaksiapan yang nanti kita rasakan. Maka dari itu, menurut saya, sebelum menemukan rumusan bagaimana caranya agar lulus tepat waktu, bagaimana jika kita menjawab pertanyaan ini dulu, "Untuk apa kita kuliah?" Meskipun menunda kelulusan karena alasan malas dan ingin menghabiskan jatah 6 tahun maksimal yang diperbolehkan otoritas kampus, juga adalah hal yang kiranya tidak bijak untuk dilakukan.

Mari temukan, tuntaskan, dan lulus dengan kebanggan (plus kesiapan)!

(Ditik ulang dengan sedikit berbeda, karena jawaban sebelumnya terhapus dan hilang entah ke mana hehe, semoga tulisan ini ada gunanya.)

 

Ilustrasi via cloudfront.net

367 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia