selasar-loader

Jika Anda dapat hidup abadi, apa yang akan Anda lakukan?

LINE it!
Answered Jan 02, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

AeRqxF94IJOxUY3TgVM0rKPfLaVUyTMj.jpg

(the Elixir of Life)

Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, atau mungkin beberapa menganggapnya sebagai pseudo-science, para Alchemist mempunyai misi besar untuk menemukan sebuah ramuan yang bisa menjadikan manusia hidup abadi. Jauh sebelum kita mengenal tahun masehi, Qin Shi Huang, penguasa China saat itu telah mengutus ilmuwan-ilmuwannya untuk mencari 'sesuatu' yang dapat menjadikannya hidup selamanya.

Pada tahun 1960an, Lindbergh dan Alexis Carrel bekerja keras untuk mewujudkan jantung buatan guna memperpanjang umur manusia. Walupun pada 1974, Lindbergh akhirnya menghempuskan nafas terakhirnya karena kangker. Ketika kaum manusia sangat bergairah untuk mendaptkan kehidupan abadi, beberapa penemuan menunjukkan bahwa adanya spesies di bumi kita yang hidup dengan waktu dan gaya hidup yang mendekati kata 'abadi'.

Turritopsis nutricula, merupakan ubur-ubur yang mampu melakukan proses transdiferensiasi sel, sehingga dapat menciptakan siklus hidup yang sangat unik. Kita juga mengetahui adanya serangga Tree Weta yang memilliki protein anti pembekuan dalam sel darahnya. Sehingga ketika tubuhnya membeku, sel-sel darah masih bisa mengalir memenuhi tubuhnya. Belum lagi pada tahun 2014 ditemukannya Pithovirus sibericum, virus yang telah berumur 30.000 tahun di daerah Siberia.
Dengan jejak-jekak tersebut, manusia masih berusaha menemukan jawaban untuk bisa hidup dengan waktu yang sangat lama.

Nah, sekarang seumpama Saya telah mendapatkan suatu teknologi yang ketika ‘itu’ diaktifkan menjadikan penggunanya hidup abadi, tentu Saya akan mengaktifkannya untuk memenuhi mimpi-mimpi dan keingintahuan yang belum terjawab. Saya ingin menulis. Menulis berbagai pertanyaan tentang hidup dan menyertakan jawabannya, berdasarkan fakta-fakta ilmiah serta buah pikir dari orang-orang hebat di seluruh penjuru dunia.

Tapi, sekarang pandangannya diubah. “Bagaimana jika Saya, manusia, dilahirkan sebagai suatu spesies yang memiliki kemampuan bertahan hidup sangat baik, regenerasi sel luar biasa, kekebalan absolut, dan tidak mengenal waktu hidup?” Atau sederhananya, “Bagaimana jika Saya, manusia, merupakan spesies yang abadi?”

Secara pribadi, saya akan gunakan waktu hidup saya untuk belajar sebanyak-banyaknya. Membaca banyak jurnal ilmiah, bergabung dalam lembaga riset yang tersebar di seluruh belahan dunia, juga menjelajahi seluruh tempat di dunia untuk mendapatkan informasi terpenting saat itu. Informasi yang berisikan tentang ‘memutuskan keabadian’. Menurut saya, abadi bukanlah hal yang 100% menyenangkan. Bayangkan ketika Anda harus menyaksikan orang-orang tercinta meninggalkan Anda, berkali-kali.

Bayangkan ketika Anda hidup tanpa bisa mengenang sesuatu yang bisa jadi sangat istimewa. Semuanya hanya akan bergerak maju, tanpa Anda tahu kapan berakhir. Suatu saat, makhluk tersebut pasti akan menemui titik yang sangat kelam tentang hidupnya. Bosan dan tidak adanya gairah. Hidup dalam keadaan seperti itu, apa lagi untuk waktu yang sangat lama sangatlah mengerikan.

Jadi, Bagaimanapun mekanisme keabadian itu ada pada diri saya, maka satu hal yang pasti akan saya usahakan. Memutuskan keabadian.

Bagaimana dengan Anda?

#A2A

274 Views
Write your answer View all answers to this question