selasar-loader

Apakah Syiah bukan Islam?

LINE it!
Answered Dec 31, 2016

Nauval El-Hessan
Quranic disciple

pHDuIcinKMBRUE7NofvxEhHlujfpU0AB.jpg

Syiah adalah Islam. Kita harus melihat kembali sejarahnya. Awal perpecahan Sunni dan Syiah bukan terjadi karena perbedaan tauhidnya, melainkan terjadi karena perbedaan tafsir atas tauhid. Sunni percaya bahwa tauhid terputus pada nubuwwah. Setelah nubuwwah selesai, dipegang oleh para ulama. Akan tetapi, tidak dengan Syiah. Syiah percaya bahwa tauhid selalu menyambung. Setiap zaman ada imam (12 bagi Ja'fari dan 5 bagi Zaidi). Setelah ghaibnya Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-Askari, hak penyebaran tauhid beralih ke ulama atau dalam istilah Syiah, naib-nya Imam Mahdi. Sekarang, naib tersebut banyak yang menilai seperti Musavi Khomeini (Imam Khomeini) dan Ali Khamenei.

Kedua, perbedaan terjadi atas hak kepemimpinan setelah Nabi Muhammad, bukan kenabian Muhammad itu sendiri. Oleh karena tauhid dalam Syiah menyambung, maka sudah tentu Allah telah menyuruh Nabi menunjuk khalifahnya. Bagi Syiah, Muhammad telah menunjuk Imam 'Ali pada peristiwa Ghadir Khum.

Ketiga, perbedaan hanya terjadi pada status sahabat. Bagi Sunni, sahabat itu bisa lepas dari kritik walaupun itu sebejat Mu'awiyyah bin Abu Sufyan. Bagi Syiah, status para sahabat harus dilihat secara objektif. Tidak semuanya memiliki derajat yang tinggi. Bahkan istri nabi pun demikian. Mengapa Syiah tidak terlalu menghormati Aisyah? Karena Aisyah pernah membelot kekhalifahan yang sah, yaitu kekhalifahan Imam 'Ali. Mengapa Syiah tidak terlalu menyukai Abu Bakr, Umar dan Utsman? Karena Abu Bakr telah melakukan pemilihan tanpa melibatkan banyak sahabat terutama Imam 'Ali. Abu Bakr juga meriwayatkan hadits ahad dalam mengambil putusan hukum ketika Sayyidah Fathimah meminta hak waris dari nabi. Tidak terlalu menyukai Umar karena ijtihad Umar banyak yang memansukh ketetapan nabi seperti shalat tarawih berjamaah, nikah mut'ah dan lain sebagainya. Tidak menyukai Utsman karena Utsman berbau nepotisme. Hampir semua gubernurnya adalah kerabatnya sendiri. Sekali lagi, penilaian atas sahabat karena objektif ilmiah, bukan karena sentimen subjektif semata. Justru Sunni yang menilai para sahabat karena sentimen subjektif.

Keempat, perbedaan hanya terletak pada fiqih dan itu tidak terlalu signifikan. Misalkan, salat tanpa sedekap. Maliki juga salat tanpa sedekap. Tidak membaca "amin" setelah imam shalat selesai membaca al-Fatihah. Qunut setelah membaca surah pendek di rakaat kedua. Saat salam, tidak menengok ke kanan dan ke kiri. Masih banyak lagi yang mana pada hakikatnya, Syiah masih salat lima waktu. Hanya saja, Syiah cenderung menjamak salat sehingga mereka dinilai hanya tiga waktu. Salat jamak walaupun tidak dalam perjalanan jauh didasarkan pada hadits shahih yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

 

sumber gambar via youtube

558 Views
Ma Isa Lombu

Mencerahkan..¬†  Sep 8, 2017

Dos Biner

"Tidak terlalu suka" kepada para Sahabat dan istri Rasulullah SAW... bisa diartikan melaknat ya?


Hanya perbedaan fiqih dan tidak signifikan... Syahadat berbeda itu termasuk perbedaan fiqih?
  Jan 2, 2017

Nauval El-Hessan

Anda mau komen fiqih, apa Anda sudah ahli semua fiqih Sunni?

Sekarang cek saja. Maliki shalat tidak sedekap. Satu-satunya Sunni yg tidak sedekap. Maliki, saat adzan, takbir di awal hanya diucap 2x. Hanafi, ketika iqamat, sama seperti Syiah, semua kalimat diucap 2x kecuali lailahaillallah. Maliki tidak mengakui anjing dan liurnya najis, Syafi'i dan Hanbali bilang keduanya najis. Hanafi bilang, air liurnya najis bersyarat. Tahu posisi Syiah? Sama seperti Syafi'i dan Hanbali.

Apalagi yang fiqih? Masalah jilbab. Kami lebih ketat daripada Sunni. Hanafi masih memperbolehkan hingga pergelangan tangan terbuka, kami tidak.

Jangan Anda pikir, semua Sunni, fiqihnya sama. Anda tau Zahiri? Metode fiqih mereka menolak semua metode sesama Sunni. Mereka menolak qiyas, sepakat dengan Syiah dan Mu'tazilah.

Apakah PERBEDAAN dalam Sunni gak membuat Anda saling menuduh satu sama lain? Saya belum pernah melihat perbedaan fiqih yang signifikan di dalam Syiah. Maupun itu Ja'fari atau Zaidi. Tapi Sunni, selalu memperdebatkan fiqih mereka even itu berkaitan dengan ibadah. Itu kenapa Sunni mudah terpecah. Tahu perbedaan dalam Syiah? Hanya masalah hak imamah. Ja'fari meyakini 12, Zaidi 5, Ismaili 7 dan Kaisani 3. Soal ibadah, kami sedikit memiliki perbedaan karena sanad kami jelas, mengacu pada Ahlul Bait, bukan sembarang sahabat.
  Jan 2, 2017

Nauval El-Hessan

Tidak terlalu suka apa harus melaknak? Memangnya seperti Mu'awiyyah yang menyuruh seluruh imamnya menghujat Imam 'Ali setiap khotbah jumat? Memangnya Ibnu Taimiyah yang membenarkan perbuatan Mu'awiyah dan dinastinya even itu melanggar Islam seperti mengopresi rakyat? Itu ajaran Sunni bukan?

Oh apa syahadat kami beda? Anda terlalu sok tau. Syahadat kami tidak beda. Silahkan Anda baca buku fiqih kami, klasik maupun kontemporer. Saya kasih tahu saja tokohnya. Murtadha Mutahhari, Muhammad Baqir Ash-Shadr, Muhammad Jawad Mughniyah, Muhammad Husain Thabataba'i, Muhammad Husain Kasyiful-Githa. Jangan baca hanya buku Sunni.

Dan saya bilang juga "fiqih". Fiqih bukan syariat. Syariat kami Islam, Qur'an dan Sunnah. Fiqih kami Ja'fari. Gak tau kalau Sunni. Fiqih Islam, tapi syariat terpecah menjadi Maliki, Hanbali, Syafi'I, Hanafi,
Zahiri, Salafi dan Wahabi.
  Jan 2, 2017

Write your answer View all answers to this question