selasar-loader

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

LINE it!
Answered Dec 30, 2016

Nauval El-Hessan
Quranic disciple

Hasil gambar untuk surga allah

Walaupun insentif tertinggi adalah rida Allah, tapi manusia memiliki tahapan atau dalam bahasa sufi disebut dengan maqam. Ada manusia yang giat beribadah karena hadiah dari Allah, ada yang memang hanya ingin bertemu dengan Allah. Dalam mencintai-Nya pun, manusia pasti memiliki tingkat. Pada tahap awal, pasti mereka menginginkan sebuah balasan konkret, lalu abstrak, kemudian pemberi imbalan itu sendiri.

Mari kita ibaratkan tahapan itu sebagai pertumbuhan manusia yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Anggap saja mereka yang awam atau awal adalah anak-anak, sehingga wajar Allah menciptakan surga untuk memotivasi mereka. Remaja adalah orang yang mulai berilmu seperti cendekiawan. Masih berharap surga, akan tetapi mulai melihat hal yang lebih tinggi. Dewasa adalah ulama yang masuk tingkatan marifatullah. Apa yang mereka inginkan hanyalah Allah itu sendiri. Surga dan neraka bukanlah tujuan mereka.

Tidak ada yang bisa disalahkan karena setiap karakter manusia berbeda-beda. Begitu multikulturalnya Tuhan/Allah dalam menyayangi dan mengasihi manusia.

Ilustrasi via wordpress.com

493 Views
Write your answer View all answers to this question