selasar-loader

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

LINE it!
Answered Dec 30, 2016

Nauval El-Hessan
Quranic disciple

Sittin' On The Dock Of The Bay

Pertama, yang harus diluruskan adalah poligami bukan ibadah. Sifatnya mubah, bukan sunah. Ini yang sering disalahpahami oleh para ulama, baik klasik maupun kontemporer.

Poligami menjadi sunah apabila ditujukan untuk mengangkat martabat perempuan. Misalkan, istri kedua adalah budak atau orang miskin; atau bisa saja dari tawanan perang atau janda ditinggal mati serta kondisi janda itu cacat, miskin, atau mengalami kondisi-kondisi lainnya yang mengenaskan. Namun pada hakikatnya, poligami bukan ibadah, melainkan "diperbolehkan".

Akan tetapi, dalam kondisi apa pun, tentu banyak perempuan yang tidak ingin dipoligami. Mengapa?

Natural saja. Manusia diciptakan katanya sesuai dengan citra-Nya. Dia, Tuhan, Maha Pencemburu, jadi wajar saja manusia cemburu. Laki-laki dan perempuan sama saja. Tidak ada yang mau diduakan layaknya Tuhan. Namun sekali lagi, itu masalah hati dan jiwa. Siapa tahu hati manusia? Perempuan bisa saja meridai suaminya berpoligami. Akan tetapi, mayoritas tidak karena rasa cemburu tadi.

Bahkan dalam Quran sendiri, poligami juga dikecam dengan menyatakan bahwa "yang adil hanya Allah". Laki-laki itu manusia, punya hati dan hati punya preferensi.

Bisa saja laki-laki yang berpoligami lebih mencintai salah satu istrinya. Mungkin itu adil. Tapi bagaimana pandangan perempuan? Bahkan, Nabi Muhammad pun preferensi bahwa cinta sejatinya tetap Sayyidah Khadijah. Banyak istrinya yang cemburu, terutama Aisyah. Wajar bila perempuan lain pun tidak mau dimadu atau dipoligami karena nature manusia yang selalu ada preferensi.

Ilustrasi via information.dk

462 Views
Write your answer View all answers to this question