selasar-loader

Apakah DPR harus belajar dari KPK dalam membangun kepercayaan dari rakyat?

LINE it!
Answered Aug 01, 2017

Okky Tria Kurniadi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM

Hasil gambar untuk DPR

Ketika berbicara mengenai membangun kepercayaan, di masyarakat saat ini yang terjadi ialah adanya paradigma yang terbalik. Ketika berbicara, DPR dan KPK siapa yang sebenarnya patut untuk dijadikan contoh untuk membangun sebuah kepercayaan publik kepada pemerintah.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah kodratnya untuk menjadi badan pemerintah yang merepresentasikan masyarakatnya. Pada pemilihan legislatif tahun 2014, jumlah total keseluruhan pemilih yaitu 124.972.491 suara dari total daftar pimilih tetap (DPT) 185.826.024 orang, yang berarti sekitar 75,11% masyarakat Indonesia menggunakan hak suaranya untuk ikut berkontribusi pada Pemileg 2014 (Nasional.kompas). Angka yang besar sebenarnya ketika 3/4 masyarakat Indonesia mempercayai para anggota legislatif sebagai penyambung lidah mereka kepada pemerintah. 

Sedang apabila dirunut lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melibatkan secara keseluruhan dalam pemilih, hanya beberapa orang yang tergabung dalam tim panitia seleksi (PANSEL) pimpinan KPK. Jadi, secara sederhana bisa dikatakan dalam pemilihan pimpinan KPK tanpa ada unsur kepercayaan dari masyarakat yang mempercayai, karena posisi masyarakat juga tidak memiliki kekuatan dalam menentukan siapa pimpinan KPK.

Saat ini, semua lembaga pemerintah terserang oleh satu isu bersama, yaitu isu terkait korupsi tak terkecuali di DPR dan KPK. Banyaknya perangkat-perangkat dalam KPK dan DPR terjerat kasus korupsi menjadi permasalahan tersendiri bagi Indonesia untuk mengatur aparat-aparat dalam tubuh pemerintahnya. Jika ditelisik dari peran dan terjerat kasusnya, tentu KPK yang paling dirugikan, di mana pasti ada pertanyaan dari masyarakat, "Kok bisa lembaga pemberantasan korupsi tapi justru melakukan korupsi?" Di mana kasus yang menjerat mereka menghancurkan kredibilitas dari fungsi mereka sebagai lembaga pemberantas korupsi.

Namun, beberapa pekan silam lembaga survei Polling Centre bekerja sama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW), melakukan survei antikorupsi 2017. Pada survei ini, KPK berhasil menduduki posisi pertama dengan perolehan tingkat kepercayaan sebesar 86%. Sedangkan DPR menduduki posisi ke-12 dengan tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 51% (Detik). Hal itu berkebalikan saat bagaimana melihat tingkat kepercayaan berdasarkan keterlibatan masyarakat dalam Pemileg dan pemilihan pimpinan KPK.

Hal yang bisa memberikan dampak bagi tingkat kepercayaan masyakarat terhadap KPK dan DPR ialah kasus-kasus yang menimpa mereka serta progres pencapaian atas kinerja mereka. Dalam kurun waktu dua tahun saja dari tahun 2014--2016 DPR RI sudah memiliki 6 orang yang terlibat dalam kasus korupsi (Rappler), sedangkan dalam kinerja bisa dikatakan DPR RI belum optimal. Berkaca dari rapat Paripurna hanya dihadiri oleh 283 orang dari total keseluruhan anggota DPR RI berjumlah 555 orang (dpr.go.id). Bahkan, akhir-akhir ini juga mendapat pandangan kurang baik dari beberapa kalangan masyarakat terkait ambang batas pencalonan presiden yang sebesar 20%.

Jadi, menurut saya, pribadi DPR sudah punya awalan yang bagus terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR yang dilihat dari antusias masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemileg 2014. Namun, hanya saja DPR perlu membenahi internal mereka, agar kepercayaan tersebut seminimal-minimalnya bertahan pada angka yang sama ketika Pemileg 2014. Sedangkan KPK menunjukkan hasil yang bisa dikatakan cukup stabil walau saat ini sedang dilanda masalah terkait pelemahan landasan hukum atau pun intimidasi terhadap orang-orang dalam kubu KPK sendiri.

 

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/0211249/KPU.Partisipasi.Pemilih.di.Pemilu.Legislatif.2014.Capai.75.11.Persen

https://news.detik.com/berita/d-3567239/survei-kepercayaan-publik-kpk-presiden-tertinggi-dpr-terendah

http://www.rappler.com/indonesia/138209-anggota-dpr-tersangka-korupsi\

Dewan Perwakilan Rakyat. Rapat Paripurna DPR RI. 

 

Ilustrasi via img.okezone.com

446 Views
Write your answer View all answers to this question