selasar-loader

Mengapa orang Indonesia tidak pernah menerima penghargaan Nobel?

LINE it!
Answered Dec 27, 2016

Ube Gebe
Pengamat hal yang tidak penting, lalu dibuat seolah menjadi penting

RgVrbxuONyJ3i2PjEiSLtAc_OFhCuL7s.jpg

Saya adalah penganut teori kalau dunia ini hanya mengikuti Zero Sum. Indonesia dengan segala sumber daya manusia dan sumber daya alamnnya yang besar, disiapkan sebagai tempat sumber negatif agar ada positif di tempat lain. Kalau pun bukan murni sebagai tempat sumber negatif, tapi Indonesia disiapkan sebagai buffer zone agar zero sum ini terus berlangsung. 

Silakan sebut saya pesimistis. Tapi negara ini akan terus nanggung. Mari kita bahas negara Asia Selatan yang dekat dengan kita, yang sudah punya banyak peraih Nobel. 

1. Amartya Sen

Menurut saya, ekonom-ekonom generasi Pak Widjojo tak kalah hebat dengan Amartya. Tapi, karena mereka kembali ke Indonesia, ya jadi nanggung-nanggung saja. Harusnya "Mafia Berkeley" itu tidak pulang semuanya. Stay di US agak dua orang. Mungkin kita akan punya peraih Nobel.

2. Abdus Salam

Menurut say,a Prof Samaun Samadikun dan generasinya juga tak kalah hebat. Tapi salahnya, beliau kembali ke Indonesia

3. Muhammad Yunus

Sebenarnya apa yang beliau lakukan banyak yang lakukan juga di Indonesia, cuma rata-rata berhenti sebelum tuntas dan massal, tergoda jadi pembicara atau jadi politisi.

 

Udah gitu aja.

Bhay!!

Ilustrasi via cloudfront.net

184 Views
Achmad Zaky

jadi pembicara dan jadi politisi...menarik  Dec 27, 2016

Write your answer View all answers to this question