selasar-loader

Apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang?

LINE it!
Answered Dec 24, 2016

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

HIx014ghfWQrktLGaFiKAVIlx0rADyfW.jpg

Pertanyaan ini merupakan salah satu topik paling seksi dalam kosmologi, mengingat tidak ada satu orang pun di muka bumi ini (setidaknya sampai saat ini) yang berhasil menjawab dengan pasti mengenai peristiwa yang terjadi sekitar 13 miliar tahun lalu.

Teori Big Bang sendiri merupakan teori yang paling banyak diterima untuk menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk. Teori ini menunjukkan bahwa alam semesta terbentuk oleh suatu titik yang disebut dengan singularitas.

Titik singularitas ini merupakan sebuah titik sub atomik yang memiliki kepadatan tidak terhingga. Titik ini kemudian runtuh oleh energi internalnya sendiri dan meledak membentuk bola api yang kemudian efek ledakannya menyebar membentuk ruang dan waktu.

Ya, dalam teori ini, alam semseta kita baru terbentuk melalui peristiwa Big Bang. Sebagaimana yang kita diskusikan sebelumnya bahwa ruang dan waktu adalah sebuah sistem saling terikat, maka kata yang kita kenal sebagai sebelum dan sesudah hanya berlaku setelah titik ini. Menggunakan teori ini, dapat disimpulkan bahwa sebelum peristiwa Big Bang, yang ada hanyalah KETIADAAN.

Jadi, apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang? Jawabannya adalah tidak ada.

Pertanyaan ini sama dengan ketika seorang kawan bertanya, "Ada apakah di sebelah selatan Kutub Selatan?" Jawabnya mentok.

Namun, ada hipotesis lain yang menurut saya sangat menarik untuk dibahas. Hipotesis yang menunjukkan bahwa ruang dan waktu yang membentuk alam semesta ini sudah ada sebelum Big Bang.

Memang benar bahwa jejak Big Bang dapat diketahui melalui pergeseran gelombang analog, yang berarti bahwa ledakan sedahsyat Big Bang benar-benar pernah terjadi. Titik singularitas yang sebelumnya saya sebutkan merupakan manifestasi dari perhitungan matematika yang disebut Persamaan Raychaudhuri.

Persamaan ini dikembangkan dengan pendekatan Teori Relativitas Umum Einstein yang berakhir dengan simpulan bahwa alam semesta, yang berupa materi-materi ini di mulai oleh sebuah titik.

Akan tetapi, sebuah konsep baru yang dikembangkan di tahun 2015 telah dianggap masuk akal karena melalui pendekatan ini, kita bisa sedikit lebih dekat dengan pengetahuan mengenai dark matter. Materi teoretis yang menyusun alam semesta kita.

Koreksi terhadap teori Big Bang muncul akibat penggabungan dua teori fundamental yang menyusun fisika modern, yaitu Relativitas Umum dan Mekanika Kuantum. Relativitas Umum Einstein yang bersifat deterministik menunjukkan bahwa sekali semua hukum alam dalam suatu fenomena diketahui, fenomena yang terjadi di masa depan benar-benar telah ditentukan oleh masa lalu.

Sedangkan mekanika kuantum yang telah kita ketahui menunjukkan perilaku sub atomik, yang pada dasarnya bersifat tidak pasti. Jika singularitas merupakan materi yang amat sangat kecil, maka tentu ketidakpastiannya juga sangat tinggi.

Sampai pada kalimat ini, saya sepakat bahwa koreksi kuantum yang didapatkan dari penggabungan teori Relativitas Umum dan Mekanika Kuantum merupakan statement masuk akal untuk mengatakan bahwa alam semesta kita tidak terbentuk oleh Big Bang. Bahwa alam semesta kita, berumur sangat tua dan bisa jadi tidak dimulai oleh suatu titik.

Menariknya, koreksi kuantum tersebut sangat terkait dengan kepadatan dark matter. Jika demikian, bisa dibayangkan bahwa alam semesta ini mungkin berupa ruang yang terdiri dari partikel hipotesis, seperti partikel pembawa gravitasi yang disebut graviton, atau partikel sangat dingin dan tanpa muatan yang dikenal dengan axion.

NASA sendiri memiliki pendapat bahwa diperlukan sebuah teori yang disebut teori Gravitasi Quantum untuk menjelaskan awal mula alam semesta, yang sampai saat ini masih dikembangkan.

Simpulan yang dapat ditarik dari hipotesis terakhir adalah sebelum adanya Big Bang, ruang dan waktu sudah terbentuk. Jika dalam teori Big Bang "ruangan" diciptakan oleh sebuah titik dan ledakan dahsyat, maka teori penentangnya ini menunjukkan bahwa Big Bang terjadi di dalam "ruangan".

Njlimet?

Kita bisa mencari literatur lebih lengkap pada link di bawah ini:
1. The Raychaudhuri Equations: a Brief Preview [pdf] : https://arxiv.org/pdf/gr-qc/0611123
2. The Penrose–Hawking Singularity Theorems [pdf] : www.mat.univie.ac.at/~stein/research/talks/phstr.pdf
3. Quantum Correction, Cosmology from Quantum Potential [pdf] : www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0370269314009381

Ilustrasi via blogspot.com

218 Views
Ma Isa Lombu

Kereeeeennnnnn!!!!!!!  Dec 24, 2016

Write your answer View all answers to this question