selasar-loader

Jika akhirat bersifat kekal, apakah artinya di sana tidak ada waktu?

LINE it!
Answered Dec 23, 2016

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

SJsNFsdbqO_SerBa4xEm2YlF0l1z6Hfo.jpg

Pertanyaan ini sebenarnya memiliki porsi keimanan yang lebih banyak dari pada penalaran fisikanya. Seperti yang sebelumnya saya sampaikan bahwa "bidang keimanan" belum menjadi keahlian saya, saya akan mencoba berdiskusi menganai konsep waktu yang ada pada sains.

Menurut pandangan fisika modern, waktu adalah sistem yang terikat dengan massa (bukan masa). Sistem yang berupa alam semesta tersebut merupakan wadah yang dibentuk oleh ruang dan waktu. Bayangkan ketika kita sedang menyelam di dalam lautan, kemudian air di antara lengan dan kaki kita membentuk gelombang akibat menahan massa kita, nah alam semesta dapat dianalogikan sebagai lautan tersebut.

Menariknya, alam semseta yang sedang bergelombang tersebut bukan hanya sekadar ruangnya saja yang bergejolak. Waktu, yang merupakan bagian dari penyusun alam semesta juga ikut terganggu. Seperti itulah, sistem waktu yang kita pahami.

Bahwa waktu, tidak hanya tentang jam berapa sekarang. Bukan sekadar berapa lama kita menunggu jodoh kita datang. Tidak juga tentang tadi atau nanti. Waktu pasti terwujud ketika terdapat ruang yang terbentuk. Jika akhirat adalah ruang untuk manusia kelak, maka waktu pasti ikut mengikatnya.

Permasalahannya adalah jika waktu benar-benar eksis di akhirat kelak, bagaimana kita memandang hari demi hari di kehidupan tersebut? Seperti apa rasanya kita bisa hidup dalam umur yang sama? Bagaimana kita memandang hari ini, kemarin atau esok? Bagaimana bisa makhluk menjalankan "waktunya" dengan waktu yang berjalan tanpa batas?

Salah satu pemikiran yang lahir dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah bahwa bisa jadi makhluk yang hidup pada sistem yang akan datang itu tidak akan memaknai waktu sebagai waktu yang sekarang kita rasakan. Pandangan teoretisnya mirip dengan teori Titik Singularitas.

Bisa jadi hukum fisika yang kita kenal saat ini belum cukup dalam untuk menjawab pertanyaan tersebut. Oleh sebab itu, saat ini hipotesis saya untuk menjawab pertanyaan utama mengenai waktu adalah waktu akan tetap ada karena waktu merupakan sistem yang terikat dengan ruang untuk membentuk suatu dimensi.

Salah satu hipotesis yang muncul adalah bisa jadi kita akan hidup, seperti ketika bangun dari tidur, seperti ketika kita tak mengingat mimpi kita semalam.

Entah seperti apa "keindahan yang sempurna" itu datang, ketika nanti kita berkesempatan berdiskusi di tempat itu, ingatkan saya tentang bahasan ini!

Ilustrasi via slidesharecdn.com

189 Views
Write your answer View all answers to this question