selasar-loader

Apakah mungkin suku lain selain Jawa terpilih sebagai presiden Indonesia?

LINE it!
Answered Jul 28, 2017

Kecuali B.J. Habibie karena beliau adalah wakil dari presiden Soeharto. 


Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

Hasil gambar untuk presiden indonesia

Secara konstitusi jelas hal ini dimungkinkan. UUD 1945 pada Pasal 6 ayat (1) mengatur bahwa, "Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden."

Suku apa pun seseorang, sepanjang dia menyandang status WNI sejak lahir dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain, maka ia berhak menjadi presiden Indonesia. Tentunya apabila terpilih dalam mekanisme demokratis, yaitu pemilihan presiden secara langsung.

Akan tetapi, sejak Indonesia merdeka hampir 72 tahun lalu baru ada satu orang dari luar suku Jawa yang menjadi presiden, yaitu B.J. Habibie. Andaikan Soeharto tidak memutuskan mundur pada 1998, belum tentu juga Habibie bisa jadi presiden.

Meski dimungkinkan secara aturan, rasanya sulit membayangkan Indonesia bakal dipimpin oleh presiden selain dari Jawa. Hingga Pilpres 2014 kemarin pun, dua kandidat yang bertarung juga dari suku Jawa. Orang luar Jawa cuma kebagian "jatah" sebagai orang nomor dua. Persis seperti yang dialami Jusuf Kalla (Makassar) dan Hatta Rajasa (Palembang).

Sejauh ini pun nama-nama yang ramai dibincangkan untuk Pilpres 2019 pun tak jauh-jauh dari suku Jawa. Selain Jokowi dan Prabowo, sosok lain yang dijagokan seperti Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono juga Jawa tulen. Andai perjuangannya dalam uji materi UU Pemilu (yang baru akan diundangkan) berhasil, kita mungkin akan melihat Yusril Ihza Mahendra maju menantang para kandidat dari Tanah Jawa.

Nah, karena pertanyaannya apakah mungkin suku lain selain Jawa terpilih, saya rasa jawabannya tidak. Secara jumlah, suku Jawa jelas paling banyak, sedangkan suku-suku lain yang tersebar itu belum tentu solid pilihannya untuk memilih capres non-Jawa.

 

Ilustrasi via berkahkhair.com

520 Views
Write your answer View all answers to this question