selasar-loader

Mengapa Tuhan melaknat pelaku bunuh diri?

LINE it!
Answered Jul 26, 2017

Ma Isa Lombu
Selasares Garis Keras

Qky1Mm53Gc14hbdwS_q6l7qKhJ8WhUb8.jpg

Saya mau mengawalinya dengan ini: 

Allah SWT berfirman,

وَلاَتَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا {29} وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisa’:29-30)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِيْ يَدِهِ يَتَوَجَّأَ بِهَا فِيْ بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِداً مُخَلِّدًا فِيْهَا أَبَداً، وَمَنْ شَرِبَ سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِداً مُخَلِّدًا فِيْهَا أَبَداً. وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِداً مُخَلِّدًا فِيْهَا أَبَداً”.

Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka kelak besinya di tangannya, dia akan memukulkannya ke perutnya pada hari kiamat di neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan racun, maka racunnya kelak di tangannya, dia akan menghirupnya di neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa menjatuhkan diri dari (atas) gunung, sehingga dia mati, maka kelak dia akan menjatuhkan diri di neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya selama-lamanya.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Dari keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa Allah SWT sangat melaknat pelaku bunuh diri, Siapapun dia.

Chester Bennington sang vokalis Linkin Park kah, dua perempuan yang meloncat dari lantai 5A Apartemen Gateway Bandung kah. Siapapun.

Di lain kesempatan..

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا                              
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. 

Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selainNya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. 

Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Dari beberapa keterangan di atas, maka kita tahu bahwa:
1. Bunuh diri dilarang Allah SWT. Karenanya lah maka orang yang bunuh diri akan masuk neraka dan dihukum dengan hukuman yang spesifik.
2. Segala hal sudah tercatat di lauhul mahfudz, sejak Zaman Azali. Jauh-jauh hari sebelum manusia dan alam semesta terciptanya, termasuk ajal (umur/kematian).

Pertanyaan lanjutannya adalah apakah bunuh dirinya Chester Bennington Linkin Park adalah karena ia "dibunuh oleh takdir Tuhan" karena sejak sedari awal Tuhan menghendaki Chester terbakar api neraka, atau karena hal tersebut (bunuh dirinya Chester) murni merupakan keputusan Chester sendiri terkait "free will algorithm" yang diciptakan Tuhan?

Dahulu saya berpikir bahwa kenapa Tuhan harus marah kepada pelaku bunuh diri? Apakah karena ada makhluk (ciptaanNya) yang mendahului ketetapannya? Karena ada orang yang " sukses berontak" dari ketetapanNya itulah maka Tuhan marah. Tuhan tidak suka itu!

Tapi masa sih Tuhan "kalah" sama manusia.. 

Ciptaannya.. 

Lagipula, ketika ada seorang makhluk berusaha mendahului ketetapanNya, harusnya dengan mudah Tuhan dapat mengintervensi hal tersebut. Toh, Tuhan Maha Kuasa.

Menurut saya, jelas Tuhan Maha Kuasa. Tuhan dapat menentukan apapun yang Ia inginkan. Termasuk membatalkan percobaan bunuh diri yang ingin dilakukan oleh makhlukNya. Semudah itu. 

Lalu mengapa Tuhan (tetap) marah atas perbuatan seorang makhluk yang notabene bisa dicegahNya?

Menurut pendapat saya, Tuhan marah bukan karena ada makhluk yang "sukses berontak" dari ketetapanNya, melainkan karena ada makhluk yang menganggap bahwa tidak ada zat yang maha berkuasa, maha berkehendak, maha pengasih dan penyayang yang dapat membantunya keluar dari masalah. 

Para pelaku bunuh diri kemungkinan besar berganggapan bahwa dirinya adalah pusat segala sesuatu, tidak ada yang lebih besar dari itu. Mereka beranggapan bahwa hanya dirinya sendirilah yang mampu mengeluarkannya dari masalah yang menimpa, tidak yang lain, bahkan Tuhan sekalipun. 

Wajar saja apabila di satu titik mereka menganggap bahwa masalah sudah begitu besar dan dirinya sudah tidak kuat lagi menanggung beban, belum lagi ketika ia menganggap bahwa tidak ada hidup setelah mati (after life), maka bunuh diri adalah cara yang cukup "relevan" untuk dapat diambil.

Karena faktor kesombongan itulah maka pelaku bunuh diri dilaknat Tuhan!

Yaah, seandainya saja mereka (para pelaku bunuh diri) itu tau bahwa:

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (QS.al-Mukminun:62)

gambar via newsjs.com

463 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia