selasar-loader

Apa bedanya wartawan dengan blogger?

LINE it!
Answered Jul 26, 2017

Arfi Bambani
Cofounder dan Chief Content Officer Selasar

ouL1dI523FgZasclNwrfXo1SPK7k9AsD.jpeg

Blogger sebenarnya istilah yang lebih teknis. Definisi bebasnya kira-kira, orang yang mempublikasikan sesuatu konten di laman Internet. Kata 'blog' sendiri muncul dari istilah 'web log' yang artinya konten yang terpampang di web (laman Internet). Awalnya, blog ini berupa barisan teks saja, kemudian lambat-laun juga meliputi foto, video, dan suara.

Lama kelamaan, istilah 'blog' berkembang menjadi kata kerja yang arti sederhananya memampangkan sesuatu di laman Internet. Blogger kemudian adalah orang yang melakukan itu.

Sementara wartawan adalah sebuah profesi yang memiliki standar kerja dan kode etik. Karena perkembangan teknologi, wartawan juga mempublikasikan karyanya di laman Internet, sehingga terjadilah irisan antara dunia "blog" dengan jurnalisme.

Seorang blogger dengan demikian bisa saja adalah seorang wartawan, sebagaimana juga profesi-profesi lain juga bisa menjadi blogger. Oleh karena itu, ada peluang sebuah blog adalah sebuah karya jurnalistik karena bisa saja dibuat dengan standar kerja dan kode etik jurnalistik.

Peluang sebuah blog adalah hasil kerja jurnalistik bisa dilihat dari Pasal 1 ayat 1 Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Berikut bunyinya, "Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia."

Problem-nya, ayat-ayat lain di Pasal 1 tersebut membatasi apa yang disebut pers. Ada dua pelaku pers, yaitu "Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia" dan "Pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing."

Lalu apa itu "perusahaan pers"? Pasal 1 ayat 2 menyatakan, "Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi."

Dewan Pers sebagai 'regulator' pers kemudian memaknai, pers adalah yang dijalankan perusahaan pers. Dengan terjemahan ini, blogger yang tidak berupa "perusahaan" tidak akan bisa diakui sebagai pers dan dilindungi oleh UU Pers.

Salah satu organisasi pers, yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berpendapat lain. Kongres AJI 2014 memutuskan, seorang blogger DAPAT (sengaja ditebalkan untuk menunjukkan penekanan) menjadi anggota AJI. AJI berpendapat, seorang jurnalis haruslah dinilai berdasarkan karyanya, bukan berdasarkan sarana publikasinya haruslah berupa perusahaan pers.

Karena itu, kembali ke pertanyaan, apa bedanya wartawan dengan blogger, jawaban singkatnya adalah blogger bisa saja wartawan, namun tidak semua blogger adalah wartawan.

256 Views
Write your answer View all answers to this question