selasar-loader

Dari sekian banyak jenis kopi, kopi mana yang kamu suka? Mengapa?

LINE it!
Answered Jul 21, 2017

Zulfian Prasetyo
Tertarik pada gaya hidup sehat dan pernak-pernik keseharian lainnya.

xdsOorXXrgnDLJvc7HVi8wU_2l64p3mv.jpg

Soal kopi, default setting saya adalah yang rasanya pahit. Saya tidak akan membatasi pada jenis tertentu, yang penting pahit dan body-nya bold. Sejauh ini, Aceh Gayo termasuk yang lumayan cocok di lidah.

Tapi kalau lidah sedang ingin refreshing, biasanya saya nyeruput Bali Kintamani. Kopi ini pertama kali saya coba di daerah Kemang, hasil iseng-iseng ngobrol sama barista sana. Yang paling berkesan adalah aftertaste-nya yang seperti lemon. Segar. 

Sebelum berurusan dengan Bali Kintamani, lidah saya lebih dahulu kenalan dengan Papua Wamena. Saya pertama kali mencobanya di Warung Cum Laude, Kukusan, Depok. Ada semacam rasa buah-buahan beberapa detik setelah kopi numpang lewat di lidah.

Untuk harian, saya biasanya minum Kapal Api Morning Blend dengan drip, baik di kantor maupun di rumah. Body-nya bold. Rasanya pahit. Ada sensasi hangat di tenggorokan beberapa menit setelah kita meminumnya. Mungkin ada campuran rempah pada olahannya. Saya tidak tahu.

Sempat beberapa kali saya mencoba selingkuh dengan kopi lain, tapi ujung-ujungnya kembali ke situ lagi, hehehe.

Kalau sedang ingin murtad dari kopi hitam, saya biasanya mencampur Nescafe Classic (atau kopi-kopi lain yang bos saya bawa, hahaha) dengan susu. Sebisa mungkin saya menggunakan susu full cream karena rasanya lebih gurih dan body-nya bold

Saya meminumnya sambil mengingat perdebatan internal Starbucks antara Howard Schultz (yang melarang penggunaan susu nonfat karena kurang enak) melawan Howard Behar (yang mendukung susu nonfat sebagai aspirasi konsumen yang concern atas kesehatan).

 

Ilustrasi via rendystones.wordpress.com

472 Views
Write your answer View all answers to this question