selasar-loader

Apa itu 'Happy Five'?

LINE it!
Answered Jul 19, 2017

Hari Nugroho
Researcher at Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience

QfeNjQ8fKvafICwJn-0l4JhYEeHWQx4N.jpg

Happy 5 mendadak (kembali) tenar, gara-gara kasus yang terjadi belakangan ini. Orang-orang menjadi bertanya apa itu happy 5, apakah narkoba jenis yang baru? Apa efeknya dan lain sebagainya.

Happy 5 atau yang dikenal juga dengan sebutan H-5 atau Halima sebenarnya telah lama ada. Obat ini merupakan obat golongan benzodiazepine, sama seperti diazepam, lorazepam, nitrazepam maupun alprazolam. Jadi sebenarnya happy 5 merupakan nama jalanan obat yang mengandung nimetazepam.

Dalam dunia medis obat-obat benzodiazepine utamanya digunakan untuk mengatasi cemas, selain itu juga dapat berefek hipnotik sedatif, dan muscle relaxant. Nimetazepam sendiri merupakan produk farmasi, dahulu dikenal dengan merek dagang Erimin 5. Obat ini merupakan benzodiazepine dengan onset yang cukup cepat, dan bioavailabilitas yang sangat baik, hampir 100 %. Oleh karena itu, efek yang timbulkan juga cukup cepat. Sehingga - sebagaimana psikotropika lain - nimetazepam rawan untuk mengalami diversi, baik misuse maupun abuse yang ujungnya adalah adiksi. Hal ini tak hanya pada pasien yang mendapat resep, namun juga masyarakat pada umumnya.

Beberapa tahun belakangan di Indonesia beredar nimetazepam yang illegal, tak heran dalam razia-razia atau operasi pencegahan di tempat hiburan malam acapkali ditemukan obat ini, sebagaimana pengalaman penulis menemukan obat ini dalam tas salah satu pesohor di salah satu tempat hiburan malam di kawasan senayan.

Para konsumen nimetazepam illegal umumnya menggunakan obat ini setelah menggunakan methamphetamine (sabu) maupun MDMA (Inex, ecstasy). Dalam assessment, kebanyakan pengguna mengatakan konsumsi happy 5 digunakan untuk mengurangi efek tidak enak setelah high dengan stimulants tersebut di atas, sehingga mereka dapat tidur dan tenang. Mereka juga mengatakan, dibanding benzodiazepine lain, nimetazepam lebih nyaman.

Apapun itu penggunaan obat yang tidak tepat, baik indikasi, dosis, maupun cara penggunaannya akan membuat tubuh kita berisiko mengalami gangguan, baik secara fisik maupun psikis, terlebih obat psikotropika, seperti obat golongan benzodiazepine ini. Efek adiksi benzodiazepine salah satu yang sukar untuk ditreatment, kebanyakan orang dengan gangguan penggunaan benzodiazepine mengalami relapse, dan berpotensi menggunakan zat yang lain.

Jadi marilah kita #stopnarkoba

gambar via harnas.co

1138 Views
Write your answer View all answers to this question