selasar-loader

Bagaimana cara mengajarkan kepada anak untuk percaya diri?

LINE it!
Answered Jul 18, 2017

Ma Isa Lombu
Selasares Garis Keras

2gxNImnGpcaOPXaLmKtiSFwUllbME6DS.jpg

Jangan (terlalu sering) bantu dia!

Sering kita kenal berbagai macam tipe kecerdasan yang dimiliki manusia, dari Intelligence Quotient (IQ), Social Quotient (SQ), Emotional Quotient (EQ), sampai Spiritual Quotient (SQ). Namun jarang dari kita yang pernah mendengar tentang Adversity Quotient (AQ). Pendeknya, Adversity Quotient adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. 

Lalu, apa hubungannya Adversity Quotient dengan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak? 

Saya percaya bahwa hidup adalah belajar yang tidak pernah selesai. Masalahnya ada orang yang dapat berakselerasi dengan cepat dalam menyiasati hidup, ada yang tidak. Saya percaya bahwa orang-orang yang pada akhirnya dapat berakselerasi untuk menyiasati hidup, memiliki kecerdasan lapangan yang baik, mandiri dan berani adalah orang-orang yang memiliki rasa percaya diri yang baik. Orang-orang yang sejak kecil diberikan kesempatan untuk banyak melakukan sesuatu (tanpa dibantu oleh orang tua dan pengasuhnya), belajar dari kesalahan, merayakan keberhasilan karena telah berhasil lepas dari masalah, dan akhirnya menuju tingkatan kualitas yang lebih tinggi. Secara lebih cepat. 

Untuk itulah maka anak-anak menjadi penting untuk dapat diasah AQ-nya dengan membiarkan mereka berada dalam masalah. Misal, ketika jatuh, biarkan mereka bangun sendiri. Ketika ban bocor di jalan ketika ia pulang sekolah naik sepeda, biarkan ia bergulat dengan permasalahan tersebut dan menemukan solusinya sendiri. 

Saya percaya bahwa secara natural setiap manusia memiliki insting untuk bertahan hidup (survival). Dengan dibiarkannya anak kita berada dalam masalah, sejatinya kita sedang berusaha dan membantu mempertajam insting survival yang dimiliki oleh anak kita tersebut. Saya yakin, ia akan berusaha untuk keluar dari masalah. Sering kali, kita para orang tua saja yang tidak percaya bahwa mereka mampu melewatinya.

Wait, ini belum selesai. Apa yang harus dilakukan para orang tua setelahnya?

Setelah si kecil berhasil lepas dari masalah yang menimpanya, berilah dia pujian dan rayakan kemenangan kecil tersebut dengan baik. Beri dia semangat dan keyakinan bahwa "menjadi baik adalah sebuah proses. Jatuh itu biasa, yang penting bangkit lagi dan lebih kuat". Lakukan hal tersebut di banyak kesempatan: biarkan dan rayakan. Hanya itu. 

Biarkan si kecil menikmati proses lepas, keluar dari masalah dan akhirnya menjadi pemenang. Hanya dengan cara seperti itulah si anak dapat menumbuhkan rasa percaya diri secara lebih solid. Lebih cepat dari metode yang lain.

Selayaknya yang pernah dikatakan Alfred kepada Bruce Wayne, "Why do we fall sir? So that we can learn to pick ourselves up."

gambar via thisboy.net

393 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia