selasar-loader

Siapa penulis yang ingin Anda temui dalam dunia nyata?

LINE it!
Answered Jul 17, 2017

Ma Isa Lombu
Selasares Garis Keras

3UzyDpi4lwIiOHQELgvrR30yIgw0k5zQ.jpg

Ibn Battuta

Jika sekarang ini populer buku yang menjelaskan tentang perjalanan ke luar negeri, Ibn Battuta telah memulainya ratusan tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, ia berkelana mulai dari Afrika Utara, the Horn of Africa, Arika Barat, Timur Tengah India, Asia Tengah, Asia Tenggara, hingga Cina.

Jangan dibayangkan perjalanan yang dilakukan Ibn Battuta semudah hari ini. Ia berkeliling dunia dengan menggunakan moda transportasi tradisional, mulai dari kapal laut hingga kuda, untuk mengetahui budaya, masakan, makanan, adat istiadat, sampai kondisi pemerintahannya. Perjalanan super panjang yang tradisional ini berjarak 2,000,000 kmatau setara dengan perjalanan dari Jakarta ke Bali sebanyak 838 kali bolak balik. Kisah singkat perjalanannya Anda dapat lihat di sini.

Setelah berkeliling dunia selama tiga puluh tahun, kemudian ia menorehkan catatan perjalanannya dalam sebuah manuskrip yang ketika diterjemahkan dalam bahasa Inggris artinya A Gift to Those Who Contemplate the Wonders of Cities and the Marvels of Travelling (تحفة النظار في غرائب الأمصار وعجائب الأسفار, Tuḥfat an-Nuẓẓār fī Gharāʾib al-Amṣār wa ʿAjāʾib al-Asfār). Buku ini kita kenal dengan sebutan The Travels (الرحلة, Rihla).

Menariknya, ketika sampai ke sebuah daerah tertentu, Ibn Battuta juga melaporkan secara deskriptif tentang hal-hal detail wilayah tersebut seperti ketika perjalanannya sampai ke Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera bagian Utara. Sebuah daerah yang saat ini kita mengenalnya dengan sebutan Aceh.

Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa kesultanan tersebut dipimpin oleh seorang Sultan yang salih yang bernama Sultan Al-Malik Al-Zahir Jamal-ad-Din. Sumatera saat itu dideskripsikan Battuta sebagai wilayah Islam sunni bermazhab Syafii dengan hasil alamnya yang kaya seperti kamper, pinang, cengkeh, dan timah. Ibn Battuta singgah di Kesultanan Samudera Pasai sekitar dua minggu lamanya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Cina.

Selain Ibn Battuta melakukan travelling dengan hati, ia juga tidak lupa meninggalkan legacy atas petualangannya tersebut. Sebuah catatan perjalanan yang menjadi magnum opus sang traveler.

Karena faktor-faktor tersebutlah maka wajar seorang Ibn Battuta tidak hanya dikenal sebagai seorang traveler, ia adalah seorang scholar!

Ia layak untuk disambangi!

501 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia