selasar-loader

Apakah Adam dan Hawa diusir dari surga merupakan skenario Tuhan?

LINE it!
Answered Jul 17, 2017

M'f sebelumnya ... pertanyaan ini saya lontarkan untuk membantu mengontrol cara berfikir saya... 

Pertanyaan ini sempat terlintas di fikiran saya, mengapa Adam dan hawa harus makan buah quldi? Jika ini tidak mereka lakukan maka "mungkin saya akan terlahir d surga dan tidak harus menjalani kehidupan dibumi sperti saat ini"

Bahkan saya sempat berfikir bahwa Tuhan sengaja mengutus iblis untuk menggoda adam agar mereka melanggar peraturan surga sehingga adam hawa segera mengisi bumi yg telah di ciptakan-Nya...


Ma Isa Lombu
Kadang Skeptis, Seringnya Rasional

MWdFSOLP4iK1ysc15kBmY24h03ay0GPC.jpg

Menurut saya, keluarnya Adam dan Hawa dari surga adalah kecelakaan yang "direstui" Tuhan.

Mengapa?

Singkatnya, by default, tempat Adam dan Hawa adalah surga.

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ

Artinya: “Dan Kami berfirman, 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim'.” (QS. Al Baqarah: 35)

Karena Adam dan Hawa melanggar salah satu perintah Tuhan, maka mereka (dengan semua keturunannya) di-punished untuk keluar dari surga dan hidup di Bumi. 

Nah, apakah Adam dan Hawa diusir dari surga merupakan skenario Tuhan atau bukan, secara umum pertanyaan ini mengacu kepada konsep takdir. 

Jika kita bicara takdir, ada setidaknya tiga kelompok yang menyoroti perihal ini secara serius. Kelompok yang pertama adalah Jabariyah. Kelompok ini menganggap bahwa apa-apa yang dilakukan oleh manusia itu pada dasarnya telah ditentukan oleh Tuhan dan manusia tidak memiliki pilihan untuk memilih nasibnya sendiri. Semua by design, oleh Tuhan. Kelompok kedua adalah Qadariyah. Kelompok ini berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dalam menentukan nasib dan jalan hidupnya sendiri secara bebas, tanpa intervensi dari Tuhan. 

Kelompok yang terakhir adalah kelompok Ahlussunnah yang berpendapat tengah-tengah antara kedua pendapat Jabariyah dan Qadariyah. Kurang lebih, pemikiran ini berpendapat bahwa memang benar bahwa manusia dan jin diberikan kebebasan (free will) untuk melakukan segala sesuatunya. Tapi dengan kemahakuasaan-Nya, akhirnya Tuhanlah yang akan menentukan hasil akhirnya. Untuk itulah, dalam konsep pemikiran Ahlussunnah kita mengenal dengan istilah Qada dan Qadar. Qada didefinisikan sebagai segala sesuatu yang sudah didesain sejak zaman azali, dan Qadar adalah ketetapan final Tuhan terhadap segala sesuatu.

Menjawab pertanyaan di atas, salah satu ketetapan Tuhan yang didesain sejak awal (Qada) adalah menjadikan manusia dan jin memiliki free will untuk berbuat sesuatu, sedangkan malaikat diperintahkan untuk selalu patuh dan taat akan perintah Tuhan. "Algoritma" tentang karakteristik manusia dan jin inilah yang saya sering sebut dengan istilah "the law of universe" atau sunatullah.

Free will yang dimiliki jin inilah yang akhirnya membuat sesosok jin (yang kita ketahui dengan nama Iblis) mempengaruhi Adam dan Hawa untuk melanggar perintah Tuhan. Pertanyaannya adalah, mengapa Iblis menggoda Adam? Karena Iblis menolak untuk sujud kepada Adam dan akhirnya dia dihukum Tuhan untuk masuk ke dalam neraka. Lebih jauh lagi, mengapa Iblis menolak untuk sujud kepada Adam? Karena Iblis memiliki free will untuk menentukan nasibnya sendiri.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS. Al Baqarah: 34)

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Artinya: “Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu dari surga; Sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan'.” (QS. Shaad: 77 – 78)

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Adam dan Hawa bisa-bisanya melanggar perintah Tuhan? Jelas karena adam dan hawa (sebagai manusia) diciptakan untuk memiliki free will dalam bertindak. Manusia bisa melakukan kebaikan dan juga kejahatan. Ini adalah algoritma yang memang Tuhan ciptakan sendiri untuk manusia, sama seperti iblis/jin, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya. Jadi, pelanggaran perintah Tuhan oleh Adam dan Hawa adalah hasil keputusan mereka sendiri. Sebuah keputusan yang didasarkan atas ketetapan Tuhan. Ketetapan untuk membebaskan manusia untuk memilih. Free will.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Artinya: “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata, 'Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)'." (QS. Al A’raf : 20)

Menariknya, karena free will itulah maka tidak hanya Adam dan Hawa yang dihukum Tuhan, tetapi juga Iblis. 

Adam dan Hawa dihukum Tuhan karena melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah khuldi, sedangkan Iblis dihukum Tuhan karena menolak untuk menaati perintah Tuhan untuk sujud kepada Adam, sang manusia pertama. Mereka sama-sama dihukum karena pembangkangan yang mereka lakukan. Algoritma free will-lah yang merupakan penyebab kedua jenis hukuman itu ditimpakan kepada mereka.

Tentu, Tuhan Mahakuasa, Mahakehendak. Apapun bisa Ia lakukan, seperti memasukan iblis ke neraka sebagai konsekuensi perbuatannya. Ini adalah qadar atas iblis. Ia pun berkuasa untuk melempar Adam dan Hawa keluar dari surga dan akhirnya hidup di Bumi. Inilah qadar Tuhan kepada Adam, Hawa dan setiap keturunannya. Tuhan pun berkehendak menangguhkan hukuman untuk Iblis masuk ke neraka dan memberikan Iblis kesempatan untuk "mencari teman" manusianya dengan menggoda seluruh keturunan Adam dan Hawa menuju jalan yang sesat. Hal ini adalah qadar lanjutan atas Iblis. Mudahnya, semua yang nyata-nyata terjadi, merupakan kehendak Tuhan.

Jika Ia berkehendak, maka jadilah. Jika tidak, maka tidak jadi.

Semudah itu....

 

332 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia