selasar-loader

Benarkah Bonnie Hargens Sakaw?

LINE it!
Answered Jul 13, 2017

Hari Nugroho
Researcher at Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience

MeYK0hz8MFPqfXqrsYbyxn9GumKcjD8i.png

Pertanyaan yang cukup menarik, mengingat beberapa hari ini berita soal Bonnie Hargens ini sedemikian viral, menjadi buah bibir dan sedikit panas, paling tidak ada ancaman untuk memperkarakan yang meng-upload video tersebut. 

Di sisi lain, diskusi akibat video tersebut juga menghangat, banyak orang berkomentar, berdebat mengenai hal ini. Tak pelak sakau dan tes urin kemudian memenuhi berbagai forum diskusi. Hal ini tentu menggembirakan dan menunjukkan bahwa masyarakat tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba meninggi.

Namun demikian, keseriusan tersebut juga menyisakan pekerjaan rumah untuk stakeholders terkait dalam rangka memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang adiksi secara umum, sakau, dan tes urin secara khusus.

Menuding Bonnie Hargens sakaw di salah satu (atau beberapa) acara televisi hanya dari potongan video tentu kurang etis, dan rasanya kurang pas. Apalagi jika tidak atau belum memahami soal apa itu sakau.

Untuk mendiagnosis atau menyebut orang mengalami adiksi, baik dalam kondisi ketergantungan, putus zat, relaps, maupun mengalami kondisi diagnosis ganda atau gangguan mental yang diinduksi oleh zat butuh keterampilan klinis dengan data yang didapat dari anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, kemudian dilihat apakah mencocoki kriteria diagnosis dalam DSM (Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorders), ICD (International Classification of Diseases) atau PPDGJ (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). Tentu saja, kemudian gejala-gejala yang muncul bukan disebabkan kondisi medis umum lain. Untuk itulah, jawaban ini saya tulis agar masyarakat memahami apa itu sakau.

Apa Itu Sakau?

Gejala putus zat atau withdrawal terjadi ketika seseorang yang mengalami kecanduan mengurangi dosis pemakaian atau menghentikan pemakaian narkobanya secara tiba-tiba. Gejalanya tentu bervariasi tergantung dari jenis zatnya dan individu si pemakai narkoba. Ada yang mengalami gejala fisik seperti pada pemakaian opioid, ada pula yang mengalami gejala psikis. 

Sakau atau wakas sebenarnya merupakan istilah populer di jalanan untuk menyebut gejala-gejala putus zat akibat heroin. Gejala-gejala yang muncul antara lain nyeri, bulu kuduk berdiri, mata berair, menguap-nguap, kram perut, diare, rasa ingin memakai narkoba (craving / suges), gelisah, tidak dapat istirahat atau tenang. Gejala ini akan berlangsung dalam beberapa hari.

Bagaimana dengan narkoba jenis lain, seperti methamphetamine atau ganja atau bahkan nikotin? Dapatkah mengalami gejala putus zat? Ya, narkoba tersebut di atas juga dapat menyebabkan gejala putus zat. Umumnya, gejala putus zat yang terjadi lebih kepada gejala psikis, seperti gelisah, gangguan tidur, irritable, bahkan sampai agitasi atau muncul ide bunuh diri, susah konsentrasi, dan rasa lelah yang sangat (fatigue/lethargy) juga sering dilaporkan khususnya pada pengguna stimulan.

Belajar dari Kasus Lain 

Analisis terhadap video seorang pesohor yang diwawancara dan kemudian dianggap memakai narkoba sudah banyak terjadi. Sebutlah wawancara David Bowie dalam "Dick Cavett Show" tahun 1974. Disebut ketika hadir dalam wawancara tersebut, David Bowie sedang dalam pengaruh cocaine. Kita tahu bahwa David Bowie adalah pecandu cocaine, dan sangat mungkin dia memakainya beberapa waktu sebelum wawancara supaya lebih pede dan bisa berbicara dengan lancar.

Dalam video tersebut, kita dapat mengamati perilaku David Bowie, apakah mencocoki dengan tanda dan gejala ketika seseorang sedang high atau fly karena cocaine.

Gejala yang dapat terlihat saat seseorang memakai cocaine adalah terjadi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pupilnya akan membesar, kemudian melakukan repetitive behaviors seperti menarik-narik napas lewat hidung, karena hidungnya jadi berair atau berdarah akibat pemakaian cocaine dengan cara snorting (menghirup lewat hidung), atau memegang hidung secara berulang kali. Percaya diri, talkative, ide-idenya banyak kadang melompat-lompat, dan jika banyak dosisnya dapat juga jadi flight of ideas dan inkoheren, serta timbul halusinasi.

Bagaimana dengan Bonnie Hargens?

Untuk bisa dibilang sakau atau mengalami gejala putus zat, saya rasa tidak memenuhi kriteria. Dan untuk dibilang sedang dalam pengaruh zat, tentu butuh data lebih lanjut, tidak hanya apa yang tampak di dalam video, namun juga hasil anamnesis terkait kondisinya, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, serta memastikan bahwa kondisi yang tampak bukan disebabkan oleh kondisi medis umum atau penyakit lainnya.

 

Sumber gambar: tvone

317 Views
Write your answer View all answers to this question