selasar-loader

Bila semua orang telah kaya, apakah zakat masih diperlukan? Mengapa?

LINE it!
Answered Jul 12, 2017

Anonymous

Hasil gambar untuk memberi zakat

Kebutuhan dan kewajiban suatu yang tidak sama. Orang yang butuh akan menggapai suatu hal dengan dorangan dari dalam dirinya sendiri. sedangkan orang yang melakukan kewajiban bukan murni dorongan dari dirinya sendiri melainkan adanya dorongan dari pihak ketiga.

Contohnya, kewajiban salat. Orang yang melaksanakan salat, pada awalnya didasari oleh dorongan kewajiban sebagai pemeluk agama Islam, tetapi tidak bagi orang yang mengerjakan salat itu sudah menjadi kebutuhan. Jika ia lalai meninggalkan salat, maka akan berasa ada yang kurang dalam hidupnya.

Terkait zakat, tidak sepenuhnya zakat itu bermanfaat bagi si penerima. Selain karena kewajiban, zakat akan berdampak kepada si pemberi, ada rasa bahagia yang tidak terucap dengan kata-kata bila zakat itu diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkannya. Sesuai pengalaman saya, ketika diajak keliling di malam hari di kisaran jam 2 hingga jam 3 malam, dengan tujuan memberikan uang dan makanan untuk orang yang tidur di jalanan. Saya menemui seseorang yang tidur dan membangunkannya kemudian memberikan uang tersebut dengan harapan ia dapat makan di pagi hari atau sebagai tambahan bekal dalam perjalanannya. Yang terjadi adalah saya memberikannya kepada orang yang sangat membutuhkan saat itu dan dengan menangis tanpa rekayasa, orang tersebut berterima kasih atas bantuan. Bantuan yang tidak besar, hanya sepuluh ribu atau lima belas ribu terasa sangat berarti bagi mereka. Karena itulah yang mereka butuhkan. Dan dampak bagi saya adalah rasa haru yang tak terlukiskan dengan kata dan kalimat.

Pertanyaan di atas hingga saat ini, orang tetap tidak akan pernah merasa kaya. Tetap akan adanya orang miskin atau orang yang merasa miskin, tetapi hal ini berbeda dengan apa yang terjadi di akhir zaman nanti sesuai dengan hadis nabi. 

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Abdurrahman Al Qari dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rarululloh saw bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah-ruah sehingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu, dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai”.

Hadis ini menceritakan bahwa nanti ketika akan terjadi hari kiamat, di mana harta sudah melimpah dan orang-orang tidak akan mendapatkan orang-orang yang menerima zakatnya. Karena, pada akhir zaman nanti hidup telah makmur dan kewajiban zakat tetap menjadi suatu kewajiban. Tiada hukum dasar dapat dihapus karena substansinya sudah didapatkan karena hukum tersebut sudah menjadi sebuah kewajiban yang mutlak. Kewajiban salat, puasa, zakat, dan haji tidak akan mungkin dapat dimansukhkan hingga akhir zaman.

 

Ilustrasi via tstatic.net

240 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored