selasar-loader

Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa?

LINE it!
Answered Jul 11, 2017

Muhammad Andika Widiansyah Putra
Mahasiswa Agribisnis, FEM, IPB | Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor

Gambar terkait

Tentang topik ini, mungkin saya hanya ingin sedikit berbagi saja tentang pengalaman. Jadi, sekarang saya masih berstatus mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB), yang sering kali diplesetkan jadi Institut Pesantren Bogor, Institut Pendakwah Bogor, atau bahkan ada yang bilang Institut Pedagang Bogor. Plesetan-plesetan itu memang terasa wajar sebetulnya, terlebih karena IPB memiliki banyak mahasiswa dengan semangat keislaman yang kuat, pun juga banyak mahasiswa IPB yang melakukan aktivitas wirausaha di sela-sela kuliah (atau malah kuliah di sela-sela berwirausaha ya? hehe).

Lalu, kok bisa begitu?

IPB sebenarnya punya semacam kurikulum yang cukup "unik", di mana mahasiswanya seakan dicekoki untuk menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, plus jadi problem solver dari permasalahan ekonomi yang ada. Entah itu permasalahan ekonomi secara luas seperti kontribusi pengentasan pengangguran, atau permasalahan mikro semacam "minta uang ke orang tua terus", dan wirausaha adalah solusi paling realistis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa.

Di sini sebetulnya ada kontribusi kampus yang cukup besar, di mana para dosen sering kali menyentuh kesadaran mahasiswa tentang kondisi ekonomi masyarakat pada umumnya, sesuai dengan bidang masing-masing. Kalau saya di studi Ekonomi (tepatnya di Agribisnis) sering kali disinggung tentang kondisi petani, tingginya tingkat pengangguran, tingkat persaingan yang tinggi untuk mendapat pekerjaan dan itu terkadang membutuhkan tingkat pendidikan yang "cukup" tinggi, dan lain hal. Jadi, memang nurani yang awalnya disentuh oleh para dosen.

Kemudian ada mata kuliah khusus yang wajib untuk diambil oleh setiap mahasiswa yang berkuliah di IPB, namanya pengantar kewirausahaan. Di sana kita wajib mendatangi pedagang dan mewawancarai, membuat produk, dan banyak hal. Di tingkat berikutnya, mata kuliah sejenis itu juga ada, akan tetapi lebih menjurus ke hal-hal teknis sesuai dengan jurusannya masing-masing. Contohnya di jurusan Agribisnis, kita diajari untuk menyusun bisnis dari nol sampai bisa berjalan, analisis bisnis, membuat produk, dan memasarkan plus menghitung keuntungan, memahami karakteristik konsumen, hidup di tengah persaingan atau bagaimana caranya membuat pasar baru, dan banyak hal.

Nah, hal-hal tersebut yang rasanya menjadikan praktik kewirausahaan seakan menjadi salah satu bagian dari darah daging tiap mahasiswa, hehe. Ditambah lagi kegiatan danusan untuk acara, wah, makin lengkap. :D

Ilustrasi via blogspot.com

544 Views
Write your answer View all answers to this question