selasar-loader

Mengapa Datuk Maringgih tega meracuni Siti Nurbaya? Apakah begitu hebatnya kekuatan api cemburu?

LINE it!
Answered Jul 09, 2017

Pepih Nugraha
Karena budaya melekat dalam kehidupan sehari-hari, maka budaya itu penting

7BRgSejzs_EZTvMI-zj53t-LBE6_NHIs.jpg

Watak Datuk Maringgih dalam novel Sitti Nurbaya karangan Marah Rusli adalah watak manusia sejahat-jahatnya manusia. Ia pedagang kaya yang memperoleh semua kekayaannya dengan cara kriminal. Dalam dunia bisnis, ia tidak ingin pengusaha lain lebih kaya dan berhasil dari dirinya. Pun dalam percintaan. Datuk Maringgih memperalat cinta dengan uang atau cinta (baca perempuan) sekadar permainan saja.

Mengapa Datuk Maringgih tega meracuni Sitti Nurbaya, istrinya sendiri? Tidak lain karena terbakar api cemburu. Kala itu Sitti menyusul Samsul Bahri, mantan terindahnya, ke Batavia, dengan maksud menjalin lagi asmara. Samsul sudah kehilangan selera kepada Sitti yang mengkhianatinya, yaitu dengan cara bersedia dinikahi Datuk Maringgih demi membebaskan utang ayahnya.

Tahu kalau Sitti Nurbaya mengejar Samsul ke Batavia, Datuk Maringgih yang berwatak jahat mengatur siasat seolah-olah istrinya itu melarikan hartanya ke Batavia. Tentu saja harta yang dibumbui dengan prasangka dinikmati bersama Samsul. Saat Sitti Nurbaya kembali ke Padang untuk menjelaskan duduknya perkara, tanpa belas kasih Datuk Maringgih meracun Sitti Nurbaya. 

Singkat cerita, pada suatu kesempatan, karena Samsul menjadi tentara dan bertugas ke Padang untuk berperang melawan kolonial Belanda, ia berkesempatan membunuh Datuk Maringgih yang telah membunuh kekasihnya itu. Dendam bercampur tugas tentara membasmi pemberontak beserta para pembelot seperti Datuk Maringgih.

Cerita Sitti Nurbaya yang novelnya sudah saya baca sejak  duduk di bangku SMP ini mengingatkan saya pada kisah cinta dahsyat antara Romeo dan Juliet karangan William Shakespeare, Sampek Engtay di Tiongkok, dan cerita Rasus-Srintil "Rome-Juliet" dari Jawa karangan Ahmad Tohari.  Persoalan cinta adalah persoalan purba, tetapi tetap menjadi bumbu utama cerita.

foto via badanbahasa.kemendikbud.go.id

475 Views
Write your answer View all answers to this question