selasar-loader

Bagaimana tips jika ingin mendaki gunung di musim hujan?

LINE it!
Answered Jul 06, 2017

Jiwo Damar Anarkie
| Community Engagement Selasar | Co-Founder FLAC Indonesia | @dijiwa

ginCd_5EVjfk3UAJGwu8zBbdhzIcQNmO.jpg

Foto ini hanya ilustrasi, biar bagus, haha

Foto: Saat sujud di Mahameru, Juli 2011

Sebenarnya, kegiatan pendakian di musim hujan tidak disarankan, apalagi jika mendaki di gunung-gunung tropis seperti Indonesia yang mana biasanya curah hujan begitu tinggi. Petir, kilat, dan badai tak jarang kita temui kala mendaki gunung di musim hujan. Belum lagi ketika rute yang dilewati berupa jalur air/sungai, tak jarang terjadi banjir bandang karena air yang meluap dari hulu sungai. Makanya, banyak gunung yang ditutup saat musim hujan, terutama saat bulan Januari.

Di sisi lain, menurut pengalaman, mendaki gunung di musim hujan, ternyata suhunya tidak begitu dingin, terlebih saat selesainya hujan. Namun tak berlaku apabila hujan/badai menghantam. Dingin kala badai bisa tak tertahankan, bahwa beberapa kasus yang pernah saya alami menunjukkan bahwa gejala hipotermia (hilangnya panas tubuh) lebih sering saat musim hujan. Selain suhu tidak begitu dingin, di beberapa pendakian yang pernah saya lalui, jika Anda beruntung, pemandangan gunung saat musim hujan jauh lebih baik daripada saat kemarau. Saya pernah mendaki Gunung Gede misalnya, saat di puncak setelah hujan, saya melihat matahari terbenam begitu indah. Di sisi barat (arah Jakarta) langit berwarna jingga, lalu bergradasi ke arah timur, langit berturut-turut berwarna ungu gelap, biru gelap, dan hitam disertai dengan bintang-bintang. Sungguh indah betul matahari terbit saat itu. Saya tidak dapat menggambarkannya dengan kata-kata, Anda harus coba dan beruntung, :D.

Namun demikian, apalagi Anda tetap ingin mendaki saat musim penghujan, tak salahnya Anda mempersiapkan hal-hal ini.

1. Pakaian dan Logistik

Jika saat kemarau, saya biasanya membawa pakaian dan logistik untuk pendakian 2 hari sebanyak 3 pakaian dan 5 kali maka. Untuk musim hujan, saya mengkalikannya sebanyak 1,5 kali. Dengan demikian, untuk 2 hari pendakian saya biasanya membawa 5 pakaian dengan 6-7 logistik makanan. Terkait dengan pakaian dan logistik apa yang harus dipersiapkan, Anda dapat temukan di banyak artikel di Google. Walau bawaan lebih berat, namun jauh lebih aman apabila kita diharuskan berada di gunung jauh lebih lama karena terjebak badai atau banjir bandang. 

2. Packing

Setiap logistik yang masuk ke dalam keril, pastikan dibungkus dengan plastik. Cara ini memastikan agar logistik di dalam keril tidak basah.

3. Sepatu Gunung dan Jas Hujan

Usahakan menggunakan sepatu yang tahan air. Dengan demikian, kaki kita terhindar dari kebasahan. Selain itu, bawalah jas hujan yang pas dengan badan, bukan model ponco.

Musim penghujan masih lama, tak salahnya Anda simpan link ini dalam bookmark browser Anda.

foto via dokumentasi pribadi

623 Views
Write your answer View all answers to this question