selasar-loader

Mengapa kamu suka mendaki gunung?

LINE it!
Answered Jul 05, 2017

Jiwo Damar Anarkie
| Community Engagement Selasar | Co-Founder FLAC Indonesia | @dijiwa

aB4YpY8oFZPLyJ5yaV1RVBsxE5uZuyT7.jpg

Merayakan Wisuda di Puncak Gede

 

Pertanyaan ini saya bisa jawab lewat jawaban yang pernah saya publikasikan di sini (lihat bagian akhir, ya).

Mengapa saya berziarah ke gunung? 

Mendaki gunung bagi saya adalah perjalanan hati. Ketika kamu naik gunung, mata tertuju pada setapak jalan, menengok ke bawah, namun tak terasa, dengan langkah-langkah kecil itu, kamu mulai menapak posisi lebih tinggi. Bagi saya, kita belajar untuk tetap rendah hati dalam perjalanan kita menuju posisi lebih tinggi. Sama halnya ketika kamu berziarah ke Mekah-Madinah bukan? Tantangannya bagaimana kamu menahan untuk tidak sekadar mendapatkan gelar haji atau sekadar foto selfie di depan Ka'bah, yang boleh jadi berpeluang membuat diri ini tinggi hati. Namun, bagaimana kamu bisa terus rendah hati sebagaimana inti dari tujuan berhaji. Maka dari itu, ziarah gunung boleh jadi pilihan kata terbak, bagi kamu yang bisa memaknai bahwa mendaki gunung, bukan sekadar dapat lelahnya, tapi ada suatu pelajaran untuk kita dapat renungkan. Mendapatkan kepantasan diri di wajah Sang Pencipta.

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

 

516 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored