selasar-loader

Apa peran kopi terhadap sejarah dunia?

LINE it!
Answered Jul 04, 2017

Nur Fadhilah
Bijak karena Ilmu Sejarah

q8uZ8mCrPRUoCW6OndGN_J_Cs-UEFDuY.jpg 

Dari apa yang saya peroleh selama kuliah, setidaknya sempat mempelajari tentang pelayaran dan perdagangan. Komoditas perdagangan juga melibatkan tanaman yang memiliki peran dalam perdagangan lintas dunia, seperti kopi. Kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang sempat menjadi komoditas utama dalam perdagangan dunia. Bahkan, kapal-kapal Amerika Serikat (AS) yang berlayar ke kawasan Asia, khususnya Hindia Belanda, pada abad ke-18 menempatkan kopi sebagai salah satu komoditas yang dicari oleh kapal-kapal AS. Setelah berhasil memerdekakan dirinya pada tahun 1776, AS berupaya untuk memenuhi kebutuhannya yang sebelumnya diperoleh dari perusahaan-perusahaan Inggris. Kemampuan AS dalam berlayar didapat dari pelayaran dan penjelajahan pada masa penjajahan Inggris. Kapal-kapal yang berlayar pada saat itu memiliki kepentingan perdagangan. 

Tidak hanya kapal-kapal dagang AS, pelayaran dan perdagangan bangsa-bangsa lain, seperti Eropa, Arab, dan Cina juga sempat meramaikan lalu lintas perdagangan di kawasan Kepulauan Nusantara. Adapun salah satu tanaman yang paling dicari sebagai komoditas utama perdagangan saat itu adalah kopi. Terbukanya Terusan Suez menciptakan hubungan dagang antara Eropa dan Asia yang semakin luas, termasuk wilayah Kepulauan Nusantara. Hal ini menyebabkan semakin ramainya para pedagang asing yang masuk ke Nusantara. Kopi menjadi komoditas ekspor Hindia Belanda yang laku di pasaran Eropa pada tahun 1880an. Ramainya pelayaran dan perdagangan pada abad ke-19, membuat para penduduk di kawasan Nusa Tenggara Timur melakukan penanaman kopi lebih giat. Upaya ini dilakukan karena kopi saat itu memiliki nilai jual yang tinggi untuk diekspor. Sehingga, dapatlah dikatakan bahwa kopi memiliki rekam jejak dalam sejarah dunia atas perannya dalam pelayaran dan perdagangan dunia, khususnya pada abad ke-18 dan 19.

Sumber :
Parimartha, I Gde. 2002. Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915. Jakarta: Djambatan 
Tangkilisan, Yuda Benharry. Laut Bebas, Pasar Bebas, dan Perjanjian 1855: Pelayaran, Perdagangan dan Diplomasi Amerika Serikat di Kepulauan Indonesia 1784-1855. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, 2009.

Sumber gambar : maklumatnews.com

 

464 Views
Write your answer View all answers to this question