selasar-loader

Apa yang Anda ketahui tentang Cut Nyak Dien?

LINE it!
Answered Jul 03, 2017

Ardyas Nur Aufa
Mahasiswa Teknik Fisika ITS | JMMI ITS | Rumah Kepemimpinan Surabaya

vyXoE6lxpL-YNptVA-g47HD1yyv5aToj.jpg

Cut Nyak Dhien adalah seorang putri Pahlawan Nasional Indonesia dari Tanah Rencong, Aceh, yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Suaminya tewas di Gle Tarum, 29 Juni 1878, yang menyulut keemarahannya dan ia bersumpah untuk menghancurkan Belanda.

Teuku Umar, salah satu tokoh pelawan Belanda yang melamar Cut Nyak Dhien. Karena Teuku Umar mendukung untuk ikut dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880. Mereka dikaruniai seorang anak, yang dinamai Cut Gambang. Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang seorang diri di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Saat itu ia sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot, melaporkan keberadaannya karena iba, dan akhirnya ia ditangkap Belanda.

Setelah ditangkap, Cut Nyak Dhien dibawa ke Banda Aceh dan dirawat di situ. Penyakitnya berangsur-angsur sembuh, tetapi Cut Nyak Dien akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, karena ketakutan Belanda bahwa kehadirannya akan membuat suasana di tanah Sumatera semakin ribut. Pada tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dhien meninggal karena usianya yang sudah tua. Ia diakui oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964.

Sumber: Armand, Deddi. Cut Nyak Dien. Penerbit: Pustaka Ananda.

 

gambar via wordpress.com

283 Views
Write your answer View all answers to this question