selasar-loader

Apa masakan lebaran khas keluargamu?

LINE it!
Answered Jun 29, 2017

Dina Adr
Seorang penikmat karya seni.

qI_UHZq5MnNllcpcpoFZYJjTKXSTypgp.jpg

Liwetan di atas daun pisang nampaknya sekarang cukup populer ya? Ya, begitu pula dengan masakan lebaran yang keluarga kami siapkan tahun ini. Eits, tapi bukan karena kita mengikuti tren yang ada ya, kebetulan setiap tahunnya memang keluarga Cianjur selalu berkumpul dengan makan nasi liwet di atas daun pisang yang berjejer panjang dari ujung ke ujung rumah. Maklum, ibu saya memiliki 9 saudara kandung dan saya sendiri memiliki keponakan(dan bahkan cucu) yang tidak terhitung jumlahnya di sana. Jadi porsi makanannya besar sekali.

Tapi sayangnya, tahun ini keluarga yang berkumpul tidak begitu banyak layaknya tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena ada banyak sanak saudara yang tidak bisa pulang kampung tahun ini. Sehingga dari total 10 saudara dengan keluarganya masing-masing, tahun ini kami hanya merayakannya dengan 5 keluarga saja. Tradisi ngeliwet pun disiapkan dengan sangat sederhana saja.

Nah untuk sajian pendamping, nasi liwet tentunya terasa lebih nikmat jika disantap dengan yang asin-asin. Maka itu, tahun ini kita memilih ikan peda sebagai lauk utama. Biasanya, kita makan nasi liwet dengan ikan goreng yang dipancing langsung dari kolam di belakang rumah dan rasa asin-asinnya didapat dari ikan teri yang dicampur langsung dengan nasi liwet saat dimasak.

Menu paling wajib lainnya adalah sambal terasi yang buat rasa makanan jadi lebih segar dan lebih lengkap. Selain itu, ada pula lalapan seperti kol, timun, kacang panjang, dan daun selada. Tahu dan tempe juga jadi lauk opsional yang disajikan.

Sedangkan untuk makanan camilan, keluarga Cianjur selalu menyajikan uli atau ulen yang kami santap dengan bebeye. Bebeye itu sendiri kadang saya anggap sebagai makanan sampah karena memang campuran dari semua masakan sisaan lebaran yang bersantan seperti rendang, semur daging, kentang balado, bihun goreng, opor ayam yang semuanya diaduk terus-menerus hingga sangat benyek. Tapi entah mengapa rasanya bisa enak banget.  

Tahun ini kami juga menyajikan sate maranggi karena kebetulan rute mudik kali ini melewati warung sate maranggi terkenal di Cipanas. Memang kurang cocok sih dengan menu makanan lainnya, namun tetap saja ludes karena dijadikan sebagai makanan pembuka sembari menunggu nasi liwetnya matang.

Yup, itulah makanan lebaran khas keluarga Cianjur saya. Tetapi bagi kami menu yang sama tidak akan terasa begitu nikmat jika dimakan pada hari-hari biasa karena pada dasarnya kebersamaan keluarga besar itu sendiri yang menjadi bumbu rahasia dari semua resep makanan enak.

 

gambar via dokumen pribadi

352 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Dina Adr
A former Communication student at UI. Take career path in communication world.