selasar-loader

Jika ibu hamil mengidap HIV, apakah virus tersebut akan menular juga ke anaknya?

LINE it!
Answered Jun 27, 2017

Willi Fragcana Putra
Dokter Muda | Indonesian Young Health Professionals’ Society (IYHPS)

 s0DyH_bEAmJFAJWL8lOjpDPL_PLNiMT5.jpg

Pertayaan yang menarik untuk di jawab, 

Saya tertarik untuk menjawab karena berdasarkan penelitian, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 Persentase penduduk Indonesia masih rendah yang mengetahui bahwa HIV/AIDS dapat ditularkan dari ibu ke anak selama hamil, saat persalinan, dan saat menyusui adalah masing-masing 38,1 persen, 39,0 persen, dan 37,4 persen.

Lebih dari 90% anak yang terinfeksi HIV didapat dari ibunya. Virus dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada anaknya selama hamil, saat persalinan dan menyusui. Tanpa pengobatan yang tepat dan dini, setengah dari anak yang terinfeksi tersebut akan meninggal sebelum ulang tahun kedua.

Gyu48e4L1X2atpo5KN--tuK_dnXqGMCU.png

Pada saat hamil, sirkulasi darah janin dan sirkulasi darah ibu dipisahkan oleh beberapa lapis sel yang terdapat di plasenta. Plasenta melindungi janin dari infeksi HIV. Tetapi, jika terjadi peradangan, infeksi ataupun kerusakan pada plasenta, maka HIV bisa menembus plasenta, sehingga terjadi penularan HIV dari ibu ke anak.

Penularan HIV dari ibu ke anak pada umumnya terjadi pada saat persalinan dan pada saat menyusui. Risiko penularan HIV pada ibu yang tidak mendapatkan penanganan Pencegahan Penularan Ibu Ke Anak (PPIA) saat hamil diperkirakan sekitar 15-45%. Risiko penularan 15-30% Terjadi pada saat hamil dan bersalin, sedangkan peningkatan risiko transmisi HIV sebesar 10-20% dapat terjadi pada masa nifas dan menyusui (lihat Tabel 2). 

IIDw1fQ-hzaisKfFTEDBhxbiWp9_bTFX.png

Apabila ibu tidak menyusui bayinya, risiko penularan HIV menjadi 20-30% dan akan berkurang jika ibu mendapatkan pengobatan ARV. Pemberian ARV jangka pendek dan ASI eksklusif memiliki risiko penularan HIV sebesar 15-25% dan risiko penularan sebesar 5-15% apabila ibu tidak menyusui (PASI). Akan tetapi, dengan terapi antiretroviral (ARV) jangka panjang, risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat diturunkan lagi hingga 1-5%, dan ibu yang menyusui secara eksklusif memiliki risiko yang sama untuk menularkan HIV ke anaknya dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui (De Cock KM, Fowler MG, Mercier E, et al. JAMA 2000; 283:1175-82). Dengan pelayanan Pencegahan Penularan Ibu Ke Anak (PPIA) yang baik, maka tingkat penularan dapat diturunkan menjadi kurang dari 2%.

Mfa1fRC2Om7hjiwkhe_ftOpaWasti08v.png

 

Dengan pengobatan ARV jangka panjang, teratur dan disiplin,

penularan HIV dari ibu ke anak bisa diturunkan hingga 2%.

 

 

Sumber:

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR  51 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK

 

 

foto via http://www.childrenprotectionworld.org/

247 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Willi Fragcana Putra
Dokter Muda | Indonesian Young Health Professionals’ Society (IYHPS)