selasar-loader

Apa persamaan agama Islam dengan agama Yahudi yang Anda ketahui?

LINE it!
Answered Jun 21, 2017

Ma Isa Lombu
Masih Belajar Islam

8MQkGCEfEEBhb0_vV0MQatEOjq-ymnZD.jpg

Ilustrasi via haaretz.com

Di tengah pertempuran sipil Arab versus militer Israel di beberapa wilayah di Palestina, di mana sebagian orang menyebutnya sebagai konflik Islam-Yahudi, Arab-Ibrani, ternyata ditemukan beberapa persamaan antara agama Islam dengan agama Yahudi. Sesuai pertanyaan di atas, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bagian dari Agama Langit/Abrahamic

Seperti kita ketahui bahwa agama Yahudi merupakan agama yang disematkan pada satu bani/suku/bangsa tertentu, Keturunan Yakub. Nabi Yakub/Jacob yang juga diakui sebagai salah satu nabi dalam doktrin agama Islam melahirkan 12 orang anak yang kelak menjadi 12 suku Yahudi yang tersebar di seluruh dunia.

Bagi yang belum tahu, Yakub adalah keturunan dari Ishak yang memiliki Ayah bernama Ibrahim. Jadi, titik persimpangan antara Islam dan Yahudi ada pada keturunan Nabi Ibrahim. Keturunan Nabi Ismail adalah Muhammad SAW, sedangkan keturunan Nabi Ishak adalah Nabi Musa AS yang diklaim menjadi nabi utama bani Israil.

Semua nabi yang berasal dari keturunan Nabi Ibrahim (Abraham) hingga Musa (Moses) yang diakui oleh Yahudi sebagai nabi-nabi mereka, juga diakui oleh Islam sebagai nabi-nabinya. Urutannya berdasarkan urutan waktu adalah Ibrahim ke Ishak ke Yakub ke Yusuf (Joseph) ke Musa (dan Harun/Aaron) ke Daud (David), sampai ke Sulaiman (Solomon).

2. Memakan Makanan yang Disyariatkan

Jika Islam hanya memakan makanan halal, maka orang Yahudi hanya memakan makanan kosher. Kosher mudahnya adalah makanan halal versi orang Yahudi. Tentu kosher dan halal berbeda. Berbeda syariat, berbeda aturan. Ada yang "halal" bagi Yahudi, tapi haram menurut Islam. Begitu juga sebaliknya. Contoh kosher tetapi tidak halal adalah minuman anggur (wine). Sebaliknya, ada juga makanan/bahan makanan yang halal tetapi tidak kosher adalah kelinci, unta, setiap binatang air selain ikan, unggas liar, kerang, atau ikan yang tidak bersirip.

3. Memiliki Hari Khusus dalam Satu Pekan

59FNamioMgPYaHPlLtENKVpo3YiIGHeU.jpg

Ilustrasi via wordpress.com

Jika dalam Islam memuliakan hari Jumat adalah hari yang disucikan, sesuai hadis berikut:

“Sebaik-baik hari adalah hari Jumat, pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke surga, pada hari itu dia dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)

Di sisi lain, Yudaisme juga memiliki hari khusus, hari Sabat/Shabbat namanya. Hari ini adalah hari istirahat dalam doktrin Yahudi. Ada serangkaian kegiatan hal-hal yang dilarang dilakukan di hari Sabat ini. Mengapa orang-orang Yahudi diharuskan beristirahat di hari Sabtu? Jawabannya adalah karena mereka meyakini dalam proses penciptaan alam semesta, Tuhan bekerja selama enam hari dan beristirahat di hari ketujuh. Hari ketujuh itu adalah hari Sabat.

4. Memelihara Jenggot

QvOEx3dw1wh_7WKmMB85fpXfWeLUFX6m.jpg

Ilustrasi via tumblr.com

Untuk membedakan orang Islam dengan non-Islam, Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk memelihara Jenggot dan memotong kumis. Seperti dapat kita lihat dalam hadist berikut:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

Sedangkan masyarakat Yahudi (khususnya Yahudi Ortodox) tidak hanya memanjangkan jenggot, tetapi juga memelihara kumis mereka. Mungkin sepintas mirip. Kumislah yang membedakan ideologi mereka.

5. Khitan (Sunat) untuk Lelaki 

Sama seperti umat Islam. Orang Yahudi juga disunat (circumcision). Prosesi khitan/sunat dalam tradisi Yahudi lebih rigid dibandingkan umat Islam. Beberapa proses khitan dalam doktrin Yahudi adalah duduknya rabi/pendeta Yahudi di kursi nabi Elia, bayi disunat di hari ke-8 kelahiran, sampai kepada doa-doa yang diucapkan setelah proses khitan terjadi.

6. Waktu Balig

Batas usia balig dalam doktrin Yahudi adalah pada usia 12 tahun, ada yang bilang 13 tahun. Di titik usia itu, seorang Yahudi dianggap sudah wajib memikul hukum serta syariat Yahudi yang tercantum dalam kitab suci mereka, baik perintah dan larangan dalam Taurat dan Talmud. Kitab Taurat ini terdapat dalam kitab Perjanjian Lama (Pentakuk, Genesis, Exodus, Imamat, Bilangan, dan Ulangan). Sedangkan Talmud adalah kumpulan syariat karangan rabi-rabi Yahudi yang dibukukan.

7. Memiliki Tempat Suci

bKxMv6jPN6xT7P3gPPhJ4ZKvYBH00l9p.jpg

Ilustrasi via la-croix.com

Jika umat Islam memiliki Kabah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail di Mekkah, maka umat Yahudi juga memiliki tempat sucinya sendiri. Sebuah lokasi yang juga pernah dijadikan kiblat umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Mekkah. Tempat itu adalah Baitul Maqdis. Baitul Maqdis adalah sebuah wilayah (yang sekarang merupakan bagian dari kota tua Yerusalem) yang dahulu pernah dijadikan titik tolak Nabi Muhammad menerima perintah salat di langit ke-7. 

Di tempat inilah dapat kita temui tempat paling suci bagi orang Yahudi. Tempat itu kita kenal dengan nama tembok barat atau tembok ratapan.

Tembok barat atau tembok ratapan merupakan bagian yang tersisa dari bangunan suci Haikal Sulaiman yang dibuat pertama kali oleh Nabi Sulaiman untuk beribadah kepada Tuhan. Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut diperluas dan dipugar beberapa kali hingga yang paling besar dan megah dibangun ketika Raja Herod berkuasa. Bangunan megah itu akhirnya hancur, dan hanya tersisa bagian baratnya saja, pada saat peristiwa pemberontakan masyarakat Yahudi kepada Romawi yang menguasai Yerusalem kala itu.

Tembok barat (western wall) yang kini kita juga kenal sebagai tembok ratapan ini menjadi destinasi orang Yahudi dari seluruh dunia untuk meratap dan menyesali dosa-dosa yang pernah dilakukan. Di tembok itu juga kita akan temukan jutaan kertas doa yang diselipkan oleh orang Yahudi yang berdoa sebagai permohonan kepada Tuhan. 

8. Puasa

Syariat tentang puasa juga dimiliki oleh orang Yahudi untuk membersihkan dosa, bertaubat, dan membersihkan jiwa. Hari pertama mereka berpuasa adalah pada hari raya pengampunan (Yom Kippur), puasa di hari Senin dan Kamis, serta puasa di tiga hari lain untuk memperingati hancurnya Haikal Sulaiman (17 Juli, 3 Oktober, dan 10 Januari).

Sedangkan dalam agama Islam, kita mengenal beberapa jenis puasa dari mulai puasa Ramadan, puasa Daud, puasa Senin-Kamis hingga puasa di tengah bulan (Yaumul Bidh). Puasa yang dilakukan oleh umat Islam dimaksudkan untuk sampai kepada derajat takwa, lebih dekat kepada Tuhan dan menjalankan syariat Islam. Puasa dalam agama Islam masuk dalam salah satu rukun Islam.

 

515 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia