selasar-loader

Apakah Tuhan perlu dibela?

LINE it!
Answered Jun 16, 2017

Izzuddin Baqi
Mahasiswa Transportasi Laut ITS 2016 | Blogger | Maritime-Concerned

AI1Yb-FeruBwW0QV2lniki7vVhvu_ZHn.jpg

Ya tentu. Tuhan wajib dibela. Hanya lantaran perkataan salah satu kyai terbesar yang pernah kita miliki, alm. Gus Dur, yang mengatakan bahwa Tuhan/agama tidak perlu dibela lantas, berbondong bondong orang mengutip perkataan beliau. Pada dasarnya qaul ulama atau biasa kita kenal dengan fatwa ulama adalah hal yang referensif. Sah sah saja seseorang mengambil fatwa tersebut atau tidak. Mengingat, kemungkinan perkataan Ulama sendiri bisa saja salah, (saya sedang tidak menilai perkataan alm. Gus Dur, apalagi menyalahkannya).

Untuk hal ini, perlu dketahui, bahwasannya secara eksplisit dalam Kitab Suci Al Quran, Allah seringkali menggunakan kata-kata yang menyinggung soal "menolong (agama) Allah". Bahkan dalam surat As Shaff ayat 14, tidak tanggung-tanggung, Allah berfirman, "Hai orang beriman! Jadilah penolong (agama) Allah" kalimat aslinya adalah penolong Allah, namun banyak tafsir yang mengartikannya menjadi menolong (agama) Allah. Selain itu, kata serupa, muncul juga di Surat Muhammad : 7, Surat Al Hadid : 5, Surat Al Hajj : 40. Semua redaksi ayatnya tidak ada kata "agama". Langsung kepada Allah.

Dari sini, seharusnya jelas, bahwa apakah Tuhan perlu dibela atau tidak. Jelas. Tuhan perlu dibela, sebagaimana firman-Nya. 

Persoalan mengenai bagian mana dari Tuhan yang harus dibela, itulah yang selanjutnya akan dijelaskan oleh ulama mufassirin. Dari ulama mufassirin lah kita kemudian memahami bahwa yang harusnya dibela adalah agama Tuhan.

Ada banyak tafsiran lebih lanjut maksud dari membela agama Tuhan. Kalau sy diizinkan meringkas, maka sy simpulkan bahwa membela agama Tuhan adalah dengan menjunjung tinggi kalimat "haq" dan kalimat tauhid. Cara ini dapat kuta tempuh dengan berjihad. Jika kita di negeri perang, maka kita berjihad secara fisik dengan senjata, tapi jika kita berada di negara damai seperti Indonesia, maka jihad kita adalah jihad sosial, jihad ekonomi, jihad pendidikan. Intinya adalah persoalan bagaimana caranya membuat agama Tuhan ini kembali agung berjaya.

Barangkali di sinilah letak ikhtilafnya, mereka yang berdemo berpendapat bahwa dengan cara inilah umat islam terasa syi'arnya, persatuannya, ukhuwahnya.  Sementara mereka yang kontra dengan aksi bela islam, berpendapat bahwa membela agama Tuhan adalah dengan aksi sosial, aksi prestatif, dsb.

Terlepas dr itu semua, selaiknya kita berangkat dr pemahaman awal, bahwasannya Tuhan itu wajib dibela. Persoalan sisi mana dari Tuhan​ yg dibela, serahkan pada ulama tafsir untuk berbicara.

 

sumber gambar

265 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Izzuddin Baqi
Mahasiswa Transportasi Laut ITS 2016 | Blogger | Maritime-Concerned