selasar-loader

Bagaimana hukumnya menyemir rambut dalam ajaran Islam?

LINE it!
Answered Jun 14, 2017

Mhd Fadly
KPI Fak. Agama Islam UMSU, Alumni Pon-pes Ibadurrahman Stabat

Gyu0K8bBjUSfe7gwtjGdhbvTjt3un3XA.jpg

Terdapat dua hal yang terkait pertanyaan-pertanyaan tentang menyemir Rambut. Yaitu hukum Asal dan batasan yang harus di lakukan.

Hukum asal menyemir rambut adalah sunnah Rasulullah, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah besabda “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka” (HR Mutafaq Alaih). Pengertian dari hadits tersebut kita diperintahkan untuk menyelisihi kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nashrani yang tidak menyemir rambut-rambut mereka bila sudah memutih.

Hukum kedua adalah batasan dalam tatacara menyemir rambut terdapat dalam hadits Rasulullah dari Jabir Radhiyallahu‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”. Ketika menjelaskan hadits di atas An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat. Ada pula yang mengatakan bahwa hukumnya hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “hindarilah warna hitam”Inilah pendapat dalam madzhab kami.”

Menyemir rambut terdapat dalam hadits Rasulullah dari Jabir Radhiyallahu‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”. Ketika menjelaskan hadits di atas An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan shofroh (warna kuning) atau hamroh (warna merah) dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang terkuat. Ada pula yang mengatakan bahwa hukumnya hanyalah makruh (makruh tanzih). Namun pendapat yang menyatakan haram lebih tepat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “hindarilah warna hitam”Inilah pendapat dalam madzhab kami.”

 

sumber gambar: dakwahislam.net

285 Views
Write your answer View all answers to this question